Monterrey, Meksiko – Timnas Tunisia mengambil keputusan drastis di Piala Dunia 2026. Pelatih Sabri Lamouchi dipecat hanya sehari setelah timnya dibantai Swedia dengan skor telak 5-1 di laga pembuka Grup F, Minggu (14/6) malam waktu setempat.
Manajemen Tunisia langsung menunjuk Mondher Kebaier sebagai pelatih sementara. Pria 56 tahun itu sebelumnya menjabat direktur teknis dan pernah menukangi The Eagles of Carthage pada periode 2019-2022. Tugas pertamanya berat: menghadapi Jepang di laga kedua, akhir pekan ini di stadion yang sama, Monterrey.
Kebaier bukan nama baru. Ia membawa Tunisia ke final Piala Arab 2021 (kalah dari Aljazair) dan perempat final Piala Afrika tahun berikutnya. Namun, torehan itu terasa tipis untuk mengangkat mental tim yang baru kebobolan 10 gol dalam dua laga terakhir—setelah sebelumnya juga dibantai Belgia 5-0 di laga uji coba.
Sebelum dipecat, Lamouchi mengakui timnya hancur karena kesalahan sendiri. “Kami membuat terlalu banyak kesalahan. Kekalahan ini sangat menyakitkan,” ujarnya. Ia juga sempat menjadi sorotan karena membawa anaknya ikut dalam pemusatan latihan tanpa status resmi, yang memicu kritik media lokal.
Analisis Dampak: Keputusan memecat pelatih di tengah turnamen seperti Piala Dunia bisa jadi bumerang. Sejarah mencatat, hanya sedikit tim yang sukses setelah ganti pelatih di fase grup. Tekanan kini ada di pundak Kebaier untuk membangkitkan mental pemain melawan Jepang dan Belanda—dua lawan yang baru bermain imbang 2-2 di laga pertama. Jika gagal, Tunisia hampir pasti pulang lebih awal.