Kylian Mbappe bikin geger jagat sepakbola China. Bintang Real Madrid itu tersandung komentar kontroversial yang menyebut mantan pemimpin China, Mao Zedong, sebagai 'diktator'. Ucapan ini langsung memicu kemarahan publik China dan memaksa Real Madrid angkat bicara.
Klub raksasa Spanyol itu akhirnya merilis permintaan maaf resmi. Mereka menyatakan permohonan maaf kepada rakyat China atas ketidaknyamanan yang timbul akibat ucapan pemainnya. Real Madrid menegaskan rasa hormat yang mendalam terhadap sejarah, budaya, dan jutaan penggemar mereka di sana.
Dampaknya tidak main-main. Platform penyiaran milik negara, Migu, dikabarkan mencoret jadwal siaran pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander. Tidak hanya itu, sejumlah brand lokal China seperti Mengniu dan Eastroc Beverage kompak menghentikan kerja sama dengan Mbappe.
Presiden La Liga, Javier Tebas, bergerak cepat. Ia membentuk unit krisis dan bertemu Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing. Langkah ini diambil untuk meredam potensi kerugian finansial besar bagi kompetisi sepakbola Spanyol. Isu sensitif soal Mao memang menjadi tabu di China, dan insiden ini menjadi pelajaran mahal bagi atlet serta brand global yang ingin meraup cuan di pasar Negeri Tirai Bambun tersebut.