Piala Dunia 2026 memasuki hari ketiga dengan sederet pertandingan seru, termasuk duel besar Brasil vs Maroko di MetLife Stadium, New Jersey, Sabtu (14/6) pukul 22.00 WIB. Laga Grup C ini menjadi sorotan utama karena kedua tim punya sejarah sengit.
Brasil, juara dunia lima kali, belum pernah menang sejak 2002. Namun rekor mereka melawan tim Afrika cukup mentereng: tujuh kemenangan dari delapan pertemuan. Satu-satunya kekalahan terjadi saat kalah dari Kamerun pada 2022. Sementara Maroko, yang pernah bikin kejutan di Piala Dunia 2022, ingin mengulang sukses itu.
Menurut simulasi Opta, Brasil unggul dengan 57,7 persen peluang menang, sedangkan Maroko hanya 18,8 persen. Tapi ingat, Maroko pernah menang 2-1 di laga uji coba 2023. Jadi hasilnya masih terbuka lebar.
Selain itu, ada Qatar vs Swiss di Vancouver (siaran langsung pukul 12.00 waktu setempat), Haiti vs Skotlandia di Arlington, dan Australia vs Turki di Seattle. Swiss difavoritkan kalahkan Qatar dengan 76 persen peluang menang, sementara Turki unggul tipis atas Australia (55,3 persen).
Di luar lapangan, ada cerita menarik: mantan PM Kanada Justin Trudeau hadir di laga AS, sementara Presiden AS Donald Trump malah skip pembukaan. Gelandang Ghana Thomas Partey juga dipastikan absen setelah visa-nya ditolak Kanada. Di Peru, polisi malah menggelar penggerebekan narkoba dengan kostum maskot Piala Dunia.
Analisis: Laga Brasil vs Maroko bukan sekadar pertandingan grup biasa. Bila Brasil kalah atau seri, tekanan besar langsung menghampiri mereka di sisa fase grup. Sebaliknya, Maroko bisa memanfaatkan momentum untuk lolos ke babak gugur. Pertandingan ini juga jadi ujian seberapa tajam lini depan Brasil tanpa Neymar yang sudah pensiun dari timnas.