Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengubah rencananya. Setelah sehari sebelumnya mengumumkan pembatalan dua kampanye besar, ia kini memastikan tetap hadir secara langsung di Kansas dan Iowa. Sumber dekat Gedung Putih menyebut keputusan ini diambil menjelang pemilu sela yang tinggal hitungan hari.
Sebelumnya, Trump dijadwalkan ke Kansas pada Sabtu dan Iowa pada Minggu. Kini kedua agenda digeser ke hari Minggu agar ia bisa merangkul lebih banyak pemilih lewat format tele-rally. Partai Republik pun tak menutup kemungkinan menambah satu agenda kampanye lagi sebelum hari pencoblosan.
Perubahan sikap ini menarik karena Trump sempat menyatakan tidak merasa perlu datang ke Kansas. Padahal, Kansas dan Iowa selama ini dikenal sebagai basis kuat Partai Republik. Namun data survei terbaru menunjukkan elektabilitas kandidat Demokrat di kedua negara bagian itu terus menanjak, membuat persaingan semakin ketat.
Di Kansas, misalnya, Senator petahana Roger Marshall harus bersaing ketat dengan penantang dari Demokrat, Adam Hamilton. Survei Emerson College bahkan menempatkan Hamilton unggul tipis dengan 49 persen suara berbanding 45 persen. Isu biaya hidup dan lonjakan harga bahan bakar ikut menjadi sorotan yang berpotensi menggerus dukungan terhadap kandidat Republik.
Langkah Trump ini menuai kritik dari kubu Demokrat. Penasihat senior mantan Presiden Barack Obama, David Axelrod, menyebut pembatalan sebelumnya sebagai "mundur strategis". Sementara Komite Nasional Partai Republik beralasan, kemunculan virtual lebih efisien untuk menjangkau lebih banyak pemilih.
Analisis Singkat: Manuver bolak-balik Trump ini menunjukkan bahwa basis tradisional Republik di Kansas dan Iowa tidak lagi aman. Keputusan kampanye langsung menjadi sinyal bahwa Partai Republik menaruh kekhawatiran serius terhadap tren elektabilitas yang berubah. Bagi masyarakat, dinamika ini menjadi cerminan bagaimana isu ekonomi seperti harga bahan bakar dan biaya hidup menjadi penentu utama preferensi politik menjelang pemilu sela.