Atlanta, AS - Laga semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina di Atlanta berjalan sengit namun tanpa gol di babak pertama. Pertandingan yang digelar Rabu (hari ini) ini mempertemukan juara bertahan dengan tim peringkat 10 besar dunia untuk pertama kalinya di turnamen tersebut.
Babak pertama langsung memanas. Benturan fisik dan adu mulut antar pemain mewarnai 45 menit awal. Meski tensi tinggi, tidak ada satu pun tembakan tepat sasaran yang tercatat. Kedua tim sama-sama kebal, tapi permainan keras tak terhindarkan.
Wasit mengeluarkan satu kartu kuning untuk masing-masing tim. Anderson (Inggris) mendapat kartu kuning di menit ke-38 setelah pelanggaran kerasnya pada Messi memicu kerumunan dan adu mulut antar pemain. Tak lama berselang, di menit ke-42, giliran Martinez (Argentina) yang dihukum karena menarik Rogers. Martinez protes keras sebelum pertandingan dilanjutkan.
Secara statistik, Argentina mendominasi penguasaan bola dengan 56 persen berbanding 44 persen milik Inggris. Namun, agresivitas Inggris terlihat dari jumlah pelanggaran: Inggris melakukan 7 pelanggaran, sementara Argentina lebih banyak dengan 12 pelanggaran.
Analisis: Tanpa gol di babak pertama, tekanan justru berpindah ke lini depan. Kegagalan memanfaatkan peluang bisa menjadi bumerang. Jika Inggris terus bermain agresif, risiko kartu merah mengintai. Sementara Argentina, dengan dominasi bola, wajib mengkonversinya menjadi gol di babak kedua. Ini laga yang belum selesai.