KETEGANGAN MEMUNCAK: SERANGAN ISRAEL ANCAM PERANG BARU! - Berita Dunia
← Kembali

KETEGANGAN MEMUNCAK: SERANGAN ISRAEL ANCAM PERANG BARU!

Foto Berita

Situasi di Lebanon selatan kembali memanas. Israel melancarkan puluhan serangan dalam waktu singkat, memicu kekhawatiran akan pecahnya eskalasi militer baru yang mengerikan. Warga setempat dihantui ketakutan akan terulangnya tragedi tahun 2024, di mana lebih dari 4.000 orang tewas dan seperempat populasi negara itu mengungsi akibat serangan Israel.

Intensifikasi serangan ini muncul di tengah tekanan kuat dari Amerika Serikat dan Israel kepada Lebanon untuk memastikan kelompok Syiah Hezbollah melucuti senjatanya. Meski gagasan melucuti senjata Hezbollah dan menempatkannya di bawah kendali negara cukup populer di luar basis pendukung tradisional kelompok itu, para analis khawatir ketegangan internal bisa memicu kekerasan jika Israel terus menyerang tanpa henti dan pelucutan senjata dipaksakan.

Kekhawatiran ini semakin menjadi-jadi setelah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Florida pada 29 Desember. Kabarnya, Netanyahu mendapat 'lampu hijau' untuk melancarkan serangan baru terhadap Hezbollah di Lebanon.

Padahal, gencatan senjata sebenarnya sudah berlaku sejak November 2024. Namun faktanya, Israel hampir setiap hari menyerang Lebanon. Puluhan ribu warga Lebanon masih mengungsi dari rumah mereka di sepanjang perbatasan selatan. PBB mencatat, Israel telah melanggar gencatan senjata lebih dari 10.000 kali sejak November 2024.

Pada hari Minggu saja, Israel melancarkan sekitar 25 serangan ke Lebanon selatan, membuat banyak pihak khawatir akan adanya serangan meluas. Hampir setahun setelah konflik pecah pada Oktober 2023, Israel meningkatkan serangannya ke Lebanon antara September hingga November 2024, menghantam setiap wilayah dengan serangan udara atau drone. Area yang menjadi target utama adalah wilayah selatan, Lembah Bekaa di Lebanon timur, dan pinggiran selatan Beirut (dikenal sebagai Dahiyeh), yang sebagian besar dihuni Muslim Syiah, basis utama pendukung Hezbollah. Pemimpin lama Hezbollah, Hassan Nasrallah, juga tewas dalam serangan tersebut.

Pada Oktober tahun lalu, pasukan Israel bahkan menginvasi Lebanon selatan dan terlibat pertempuran dengan Hezbollah di wilayah Lebanon. Saat gencatan senjata disepakati pada November, Israel seharusnya menarik pasukannya dari Lebanon dalam dua bulan, Hezbollah mundur ke utara Sungai Litani, dan Tentara Lebanon ditempatkan di selatan. Serangan dari kedua belah pihak juga harus dihentikan.

Namun, dalam setahun terakhir, Israel terus menyerang Lebanon hampir setiap hari. Meski Hezbollah sebagian besar menghindari respons militer, dan Tentara Lebanon juga telah membongkar infrastruktur Hezbollah di Lebanon selatan, Israel masih mempertahankan lima area di dalam Lebanon dengan alasan keamanan. Situasi ini membuat Lebanon kembali berada di ambang konflik yang lebih luas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook