Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan enam serangan besar terhadap fasilitas vital di Arab Saudi. Aksi ini dilakukan meski baru saja ada pertemuan diplomatik langka antara pejabat tinggi Saudi dan Iran di Teheran.
Juru bicara Houthi, Yahya Saree, menyebut serangan tersebut menyasar infrastruktur komersial dan militer penting. Targetnya mulai dari Kilang Minyak Ras Tanura, fasilitas Aramco di Abqaiq, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara King Fahd di Dammam, hingga markas militer Saudi di wilayah Najran.
Serangan ini menjadi tamparan keras bagi upaya diplomasi. Padahal, dalam pertemuan di Teheran yang melibatkan Iran, Turki, Saudi, dan Pakistan, semua pihak sepakat untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan meredakan ketegangan regional. Namun, di lapangan, eskalasi militer justru meningkat.
Otoritas Saudi melaporkan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dua rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh. Meski begitu, serpihan rudal dilaporkan melukai seorang warga dan merusak sebuah rumah serta kendaraan. Situasi ini menunjukkan bahwa kesepakatan damai di meja perundingan belum sejalan dengan realitas keamanan di lapangan, memicu kekhawatiran akan dampak ekonomi global jika konflik berlanjut.