ERIC TRUMP INVESTASI DRONE MILITER ISRAEL, POTENSI KONFLIK KEPENTINGAN! - Berita Dunia
← Kembali

ERIC TRUMP INVESTASI DRONE MILITER ISRAEL, POTENSI KONFLIK KEPENTINGAN!

Foto Berita

Putra Donald Trump, Eric Trump, kembali jadi sorotan publik. Kabar terbaru menyebutkan ia menggelontorkan investasi besar dalam merger perusahaan drone Israel, Xtend, senilai 1,5 miliar dolar AS. Keterlibatan Eric ini langsung memicu kekhawatiran konflik kepentingan, mengingat keluarga Trump terus memperluas gurita bisnisnya, terutama menjelang atau selama potensi periode kedua kepresidenan ayahnya.

Investasi Eric Trump ini terfokus pada merger antara Xtend, produsen drone asal Israel, dengan JFB Construction Holdings, sebuah perusahaan konstruksi berbasis di Florida. Tujuan utamanya adalah membawa Xtend melantai di bursa saham tahun ini, demikian diumumkan JFB.

Xtend sendiri bukanlah pemain baru. Drone canggih mereka telah digunakan oleh militer Israel, termasuk untuk memetakan terowongan bawah tanah di Gaza, seperti laporan The Wall Street Journal. Perusahaan ini bahkan membanggakan produknya sebagai drone dengan 'biaya per kill rendah', sebuah daya tarik bagi Departemen Pertahanan AS.

Tidak hanya itu, Xtend juga sudah mengantongi kontrak jutaan dolar dari Pentagon, termasuk kesepakatan 8,8 juta dolar AS pada Desember 2024. Bulan ini, Xtend juga terpilih di antara 25 perusahaan untuk Program Dominasi Drone Departemen Pertahanan, sebuah inisiatif ambisius untuk memproduksi drone serang berbiaya rendah secara massal dan cepat.

Menambah daftar kontroversi, Unusual Machines, produsen drone lain yang menunjuk saudara Eric, Donald Trump Jr., sebagai penasihat pada November 2024, juga turut berinvestasi dalam merger ini. Eric Trump sendiri menyatakan kebanggaannya berinvestasi pada perusahaan yang ia yakini. 'Drone jelas adalah gelombang masa depan. Xtend punya potensi luar biasa,' katanya.

Sementara itu, CEO JFB, Joseph F Basile III, melihat merger ini sebagai peluang mempercepat manufaktur AS, meningkatkan produksi secara bertanggung jawab, dan mendukung platform teknologi pertahanan generasi baru. Namun, di balik optimisme bisnis tersebut, muncul desakan dari para ahli etika yang menyoroti pola keluarga Trump. Mereka mempertanyakan apakah investasi ini, dan transaksi bisnis lainnya, memanfaatkan nama besar sang ayah yang mungkin akan kembali menduduki Gedung Putih, demi keuntungan finansial pribadi. Apalagi, Xtend adalah kontraktor pertahanan yang memiliki kontrak signifikan dengan pemerintah AS, serta produknya digunakan dalam konflik sensitif di luar negeri.

Kasus ini menambah panjang daftar kekhawatiran konflik kepentingan yang melingkupi keluarga Trump, mengingatkan publik pada polemik serupa selama masa jabatan pertama Donald Trump sebagai Presiden. Transparansi dan etika bisnis menjadi pertanyaan besar di tengah perpaduan antara kekuasaan politik dan ambisi bisnis keluarga.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook