Villa Vie Odyssey, kapal pesiar mewah yang sedang dalam misi keliling dunia selama bertahun-tahun, terpaksa menghentikan operasinya secara mendadak. Penyebabnya bukan cuaca buruk atau kerusakan mesin, melainkan lonjakan harga bahan bakar yang dianggap terlalu mahal untuk ditanggung.
Kapal berbendera operator Amerika Serikat ini kini tertahan di Kota Sihanoukville, Kamboja. Para penumpang pun terpaksa harus turun dan menginap sementara di berbagai hotel di kota tersebut, menunggu kejelasan nasib mereka.
Pihak operator menyebut kenaikan biaya bahan bakar sangat ekstrem, terutama di wilayah Asia. Biaya bahan bakar per kabin per bulan dilaporkan melonjak drastis dari sekitar 1.800 dolar AS menjadi 8.000 dolar AS. Meski sudah mencoba berbagai cara untuk menghemat, seperti memperlambat laju kapal dan memperbanyak waktu berlabuh, upaya tersebut tidak cukup menutup lonjakan biaya yang bikin boncos.
Perusahaan menyatakan tidak mungkin membebankan seluruh kenaikan biaya ini kepada para penumpang. Mereka berencana menghabiskan 60 hari ke depan untuk restrukturisasi dan mencari pendanaan baru, meski hasilnya belum bisa dijamin.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi para penumpang, mengingat perjalanan Villa Vie Odyssey yang seharusnya berlangsung selama 3,5 tahun dan mengunjungi hampir 150 negara. Sebelumnya, kapal ini juga sempat tertunda berbulan-bulan di Belfast karena masalah perbaikan.
Salah satu penumpang, Holly Hennessey, mengaku kaget dengan situasi ini. Ia dan kucingnya kini harus bertahan di Kamboja, tempat yang sama sekali tidak masuk dalam rencana perjalanannya. Ia dan penumpang lain hanya bisa menunggu sambil berharap ada solusi dari pihak perusahaan.