HARGA MINYAK DUNIA ANJLOK, TRUMP JANJI TAK SERANG IRAN SEBELUM PILKADA - Berita Dunia
← Kembali

HARGA MINYAK DUNIA ANJLOK, TRUMP JANJI TAK SERANG IRAN SEBELUM PILKADA

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memastikan tidak akan melancarkan serangan militer ke Iran sebelum pemilihan umum tengah periode (midterm) pada 3 November mendatang. Pernyataan ini disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Kamis malam waktu setempat, di mana ia mengklaim sedang menjalin 'diskusi produktif' dengan Teheran.

Jaminan tersebut langsung memicu reaksi di pasar energi global. Harga minyak mentah dunia tercatat turun pada perdagangan Jumat pagi, setelah sebelumnya melonjak akibat kekhawatiran pasokan di kawasan Teluk yang kaya energi. Beberapa analis menilai pernyataan Trump sebagai upaya strategis untuk menekan harga minyak yang melambung tinggi belakangan ini.

Di sisi lain, dinamika di lapangan masih memanas. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan Teheran tengah mengkaji respons AS terhadap rencana tujuh hari mereka untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran berjanji akan memberikan jawaban dalam beberapa hari ke depan melalui jalur mediasi.

Namun, ketegangan belum sepenuhnya reda. Media lokal Iran melaporkan terjadinya 'ledakan besar' di wilayah Selat Hormuz pada Jumat. Sumber militer yang tidak disebutkan namanya menduga ada tanker yang melintasi rute 'tidak sah' dan mengenai ranjau laut.

Di tengah situasi ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menilai negosiasi dengan Washington sebagai hal yang sia-sia, menuduh AS hanya memanfaatkan dialog sebagai kedok untuk menyerang. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan berjanji akan membantu Iran mengakhiri konflik yang dipimpin AS ini.

Analisis Dampak: Bagi masyarakat global, penurunan harga minyak ini bisa menjadi angin segar untuk menekan inflasi, terutama biaya transportasi dan pangan. Namun, ketidakstabilan di Selat Hormuz tetap menjadi bom waktu. Jika jalur pelayaran strategis ini terganggu, lonjakan harga komoditas bisa kembali terjadi dalam waktu singkat, mengingat Selat Hormuz adalah jalur utama ekspor minyak dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook