19 HARI HANYA MINUM AIR GARAM, AKTIVIS INI KINI KRITIS - Berita Dunia
← Kembali

19 HARI HANYA MINUM AIR GARAM, AKTIVIS INI KINI KRITIS

Foto Berita

Delhi, India - Sonam Wangchuk, aktivis lingkungan dan pendidikan asal India, kini berada dalam kondisi kritis setelah menjalani mogok makan selama 19 hari. Pria berusia 59 tahun itu hanya bertahan dengan air garam dan kehilangan lebih dari 9 kilogram berat badannya.

Wangchuk berdemo mendukung gerakan satir online bernama Cockroach Janta Party (CJP) yang menuntut reformasi pendidikan. Aksi nekat ini memicu kekhawatiran publik, hingga Pengadilan Tinggi Delhi akhirnya turun tangan. Pengadilan memerintahkan pemerintah untuk memantau kesehatannya dan memberikan perawatan medis jika diperlukan.

Mogok makan sebagai senjata politik sebenarnya bukan hal baru di India. Tradisi ini sudah ada jauh sebelum negara itu merdeka. Mahatma Gandhi, tokoh kemerdekaan India, menggunakan metode ini puluhan kali untuk melawan kekerasan agama, diskriminasi kasta, dan ketidakadilan politik.

Salah satu contoh paling heroik adalah kisah Potti Sriramulu pada tahun 1952. Ia berpuasa selama 58 hari untuk menuntut negara bagian terpisah bagi penutur bahasa Telugu. Sriramulu meninggal di hari ke-58, tapi aksinya berhasil. Kematiannya memicu kerusuhan massal yang memaksa Perdana Menteri Jawaharlal Nehru saat itu untuk membentuk negara bagian Andhra. Peristiwa ini kemudian mengubah peta politik India secara total.

Analisis Dampak: Aksi Wangchuk mengingatkan kita bahwa mogok makan masih menjadi senjata efektif bagi aktivis di India. Namun, risikonya sangat tinggi. Dari segi kesehatan, dehidrasi dan kekurangan nutrisi ekstrem bisa menyebabkan gagal ginjal, kerusakan organ, hingga kematian. Secara sosial, aksi ini memicu perdebatan: apakah pengorbanan diri seperti ini masih relevan di era modern, atau justru menjadi bentuk tekanan yang tidak sehat terhadap pemerintah?


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook