IRAN KEHILANGAN PEMIMPIN! SUKSESI KILAT, ANCAMAN BALAS DENDAM MENGGEMA - Berita Dunia
← Kembali

IRAN KEHILANGAN PEMIMPIN! SUKSESI KILAT, ANCAMAN BALAS DENDAM MENGGEMA

Foto Berita

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu dilaporkan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. Kabar ini sontak memicu gelombang duka dan kemarahan di seluruh Iran, sekaligus mempercepat proses suksesi kepemimpinan negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa mekanisme konstitusional untuk suksesi telah berjalan. Dewan transisi yang beranggotakan tiga orang – Presiden, Kepala Yudikatif, dan seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga – telah dibentuk dan akan bertanggung jawab atas kepemimpinan sementara. Araghchi memprediksi, Iran bisa saja memilih pemimpin baru hanya dalam satu hingga dua hari ke depan. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kecepatan Iran dalam menjaga stabilitas di tengah krisis politik yang krusial.

Presiden Masoud Pezeshkian bahkan telah mengumumkan tujuh hari libur nasional bersamaan dengan 40 hari masa berkabung. Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, ia mengecam keras pembunuhan Khamenei sebagai "kejahatan besar." Insiden mematikan ini juga merenggut nyawa setidaknya 201 orang lainnya, termasuk sejumlah tokoh keamanan senior dan anggota keluarga Khamenei sendiri.

Proses pemilihan pemimpin tertinggi baru akan dilakukan oleh Majelis Ahli, sebuah badan beranggotakan 88 ulama yang dipilih oleh publik. Mereka akan menunjuk pengganti dengan suara mayoritas sederhana. Terakhir kali proses ini terjadi adalah pada tahun 1989, saat Khamenei sendiri diangkat setelah wafatnya pendiri revolusi, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Pembunuhan Pemimpin Tertinggi ini, menurut Araghchi, adalah pelanggaran hukum internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan dipastikan akan membuat konflik di kawasan semakin berbahaya dan rumit. Ia menyoroti peran Khamenei sebagai pemimpin politik sekaligus figur agama penting bagi jutaan Muslim di seluruh dunia, tidak hanya di Iran. Buktinya, aksi protes telah meletus di Irak, Pakistan, dan wilayah lain yang menganggap Khamenei sebagai panutan.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan nada geram menegaskan, "Anda telah melewati batas merah kami dan harus membayar harganya." Ia berjanji Iran akan memberikan pukulan telak yang membuat para pelaku "memohon-mohon." Pernyataan ini jelas mengindikasikan bahwa Iran akan mengambil langkah balasan yang serius. Meski demikian, Araghchi menegaskan serangan AS-Israel tidak berhasil mencapai tujuannya dan Iran tetap pada posisi militernya. Situasi ini menempatkan Timur Tengah di ambang eskalasi konflik yang lebih besar, dengan potensi ketidakstabilan politik dan militer yang signifikan di masa mendatang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook