Ketegangan di Lebanon selatan mulai mereda setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata yang rapuh. Warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke rumah mereka, meskipun situasi masih jauh dari kata aman. Jurnalis Al Jazeera, Zeina Khodr, melaporkan langsung dari lokasi bahwa banyak rumah hancur dan infrastruktur rusak parah akibat serangan udara.
Analisis: Gencatan senjata ini memang memberikan secercah harapan, tapi jangan salah, ini baru fase awal. Banyak pengamat menilai kesepakatan ini hanya bersifat sementara karena akar konflik antara AS dan Iran belum terselesaikan. Dampak langsung bagi masyarakat Lebanon adalah krisis kemanusiaan yang semakin dalam. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal, sementara bantuan internasional masih tersendat. Media lain juga mencatat bahwa kelompok Hizbullah masih siaga penuh, sehingga potensi pecahnya pertempuran lagi sangat terbuka.