TAK PUAS TIKTOK? APLIKASI INI MENDADAK RAJA MEDSOS! - Berita Dunia
← Kembali

TAK PUAS TIKTOK? APLIKASI INI MENDADAK RAJA MEDSOS!

Foto Berita

Di tengah badai kritik dan seruan boikot terhadap TikTok, sebuah aplikasi media sosial baru bernama UpScrolled tiba-tiba meroket popularitasnya, menjadi primadona baru bagi jutaan pengguna yang mencari platform lebih transparan. Dikembangkan oleh pengusaha Palestina-Yordania-Australia, Issam Hijazi, aplikasi ini menawarkan ruang berekspresi bebas yang kini sangat dirindukan.

Lonjakan drastis UpScrolled bukan tanpa sebab. Kekhawatiran akan sensor konten pro-Palestina mencuat setelah Larry Ellison, pemilik Oracle yang dikenal pro-Israel, mengakuisisi saham di entitas TikTok berbasis AS. Kecurigaan ini makin menjadi-jadi setelah TikTok memblokir permanen jurnalis pemenang Emmy, Bisan Owda, yang memicu gelombang kemarahan dan seruan boikot dari para pendukungnya. Tak hanya itu, TikTok juga sempat dituding menyensor konten terkait kekerasan ICE di Amerika Serikat, menambah daftar panjang ketidakpuasan pengguna.

Dalam kondisi genting tersebut, UpScrolled hadir sebagai oase. Aplikasi yang baru berumur setahun ini mendadak bertengger di posisi pertama aplikasi gratis terpopuler kategori "jejaring sosial" di Apple App Store AS, dan juga digandrungi di Inggris, Kanada, hingga Australia. Daya tarik utamanya adalah janji teknologi yang transparan serta kemudahan menggabungkan foto, video pendek, dan teks ala X (Twitter) dan Instagram. Uniknya, meski bisa mengunggah video, pengguna UpScrolled justru lebih banyak memanfaatkannya untuk teks dan foto. Halaman "Discover" di aplikasi ini bahkan didominasi oleh konten tentang Palestina, menjadi rumah baru bagi solidaritas digital.

Beberapa figur publik ternama, seperti aktivis buruh Amerika Chris Smalls dan aktor Yahudi-Amerika Jacob Berger (keduanya pernah ikut Gaza Freedom Flotilla), turut meramaikan UpScrolled. Meski sempat mengalami kendala server dan unggahan video macet akibat lonjakan pengguna, UpScrolled sigap merespons. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran besar dalam lanskap media sosial: pengguna kini tak segan berpindah ke platform yang menawarkan nilai-nilai etika dan transparansi, terutama dalam menghadapi isu-isu sensitif global. Ini bukan sekadar tentang aplikasi baru, melainkan cerminan keresahan masyarakat terhadap kontrol konten dan kekuatan yang berani melawan arus.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook