Jakarta, Pena News — Gencatan senjata yang disebut-sebut sebagai kesepakatan bersejarah oleh mantan Presiden AS Donald Trump akhirnya tercapai di kawasan Teluk. Jalur pelayaran strategis Selat Hormuz pun mulai dibuka kembali, dan pasar global langsung bereaksi positif. Namun, pertanyaan besarnya masih menggantung: apa sebenarnya yang dimenangkan oleh masing-masing pihak?
Kesepakatan ini memang meredakan ketegangan di satu titik panas dunia. Namun, analis mencatat bahwa konflik di Gaza belum juga usai. Israel masih melanjutkan operasi militernya, sementara program nuklir Iran tetap menjadi tanda tanya besar. Perundingan paling sulit—yang menyentuh isu-isu fundamental—bahkan belum dimulai.
Dampak langsung bagi masyarakat global adalah stabilisasi harga minyak dan rantai pasok energi. Tapi, para pengamat memperingatkan bahwa ini baru babak awal. Tanpa penyelesaian menyeluruh, potensi ledakan konflik baru masih sangat terbuka. Dunia mungkin bernapas lega, tapi belum bisa tidur nyenyak.