TRUMP DESAK ZELENSKYY DIGANTI, JENDERAL ZALUZHNYI JADI ANCAMAN - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP DESAK ZELENSKYY DIGANTI, JENDERAL ZALUZHNYI JADI ANCAMAN

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terang-terangan menyerukan agar Ukraina segera mengganti kepemimpinan mereka. Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump menilai sudah saatnya Ukraina memiliki presiden baru, dengan alasan serangan Kyiv terhadap kilang minyak Rusia dianggap mengganggu pasokan diesel global. Namun, keinginan Trump tidak serta-merta menjadi perintah bagi Ukraina.

Meskipun masa jabatan lima tahun Zelenskyy seharusnya berakhir pada 2024, konstitusi Ukraina dan status darurat militer memberikan perpanjangan otomatis selama masa perang. Mayoritas warga Ukraina memang mendambakan pembaruan wajah politik, tetapi mereka enggan menggelar pemilu di tengah konflik yang belum usai. Menanggapi desakan Trump, Zelenskyy bersedia menggelar pemilu asalkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menjamin gencatan senjata selama 60 hari.

Jika pemilu benar-benar digelar dalam waktu dekat, peta persaingan akan sangat menarik. Analis politik Kyiv, Igar Tyshkevych, menyebut bahwa rival terkuat Zelenskyy kemungkinan besar datang dari kalangan mantan komandan militer. Nama Valerii Zaluzhnyi, mantan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina yang kini menjabat sebagai Duta Besar untuk Inggris, menempati urutan teratas sebagai kandidat yang paling berpotensi mengalahkan Zelenskyy.

Survei terbaru dari Rating Group menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Zaluzhnyi mencapai 64 persen, jauh melampaui Zelenskyy. Kepercayaan ini berakar pada kesuksesan militernya pada 2022, di mana ia berhasil mempertahankan Kyiv dan merebut kembali 40 persen wilayah yang dikuasai Rusia. Meski dipecat pada 2023 setelah serangan balik musim panas yang gagal, sosok Zaluzhnyi yang misterius dan jarang berbicara di publik justru semakin diminati. Sementara itu, tokoh politik lama seperti Petro Poroshenko dan Yulia Tymoshenko dinilai tidak lagi memiliki peluang besar di mata pemilih.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook