ISRAEL SERANG JEMBATAN VITAL LEBANON, ANCAMAN INVASI DARAT MENGGILA! - Berita Dunia
← Kembali

ISRAEL SERANG JEMBATAN VITAL LEBANON, ANCAMAN INVASI DARAT MENGGILA!

Foto Berita

Militer Israel melancarkan serangan udara terhadap Jembatan Qasmiyeh di Lebanon selatan, sebuah jalur vital yang menghubungkan wilayah selatan dengan seluruh negeri. Aksi ini menjadi babak baru eskalasi konflik yang memicu kekhawatiran Presiden Lebanon, Joseph Aoun, sebagai 'pendahuluan invasi darat'. Serangan pada Minggu itu bukan cuma menargetkan jembatan, tapi juga infrastruktur sipil lainnya, menyusul perintah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk menghancurkan semua penyeberangan di atas Sungai Litani dan rumah-rumah di dekat perbatasan.

Eskalasi ini dipicu oleh balasan roket Hizbullah ke Israel pada 2 Maret lalu, yang merupakan respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei oleh serangan gabungan Israel-AS. Menurut Aoun, serangan pada jembatan ini adalah upaya Israel memutus koneksi geografis Lebanon selatan dan bagian lain negaranya, bagian dari 'skema mencurigakan' untuk mendirikan zona penyangga di sepanjang perbatasan, mengukuhkan pendudukan, dan bahkan ekspansi teritorial.

Menteri Katz sendiri membandingkan strategi ini dengan model yang digunakan di Beit Hanoun dan Rafah di Gaza, di mana Israel membentuk zona penyangga dengan meratakan bangunan di dekat perbatasan. Model ini, sebutnya, bertujuan menetralkan ancaman terhadap komunitas Israel.

Letnan Jenderal Eyal Zamir, Kepala Militer Israel, menegaskan bahwa operasi terhadap Hizbullah 'baru dimulai' dan akan 'berkepanjangan'. Ia menambahkan, pihaknya sedang bersiap untuk 'memajukan operasi darat dan serangan yang ditargetkan sesuai rencana terorganisir'.

Pemerintah Lebanon sebenarnya telah melarang aktivitas militer Hizbullah dan menyatakan keinginan untuk terlibat dalam pembicaraan langsung dengan Israel. Namun, Katz sebelumnya telah memperingatkan bahwa Lebanon akan menghadapi kerusakan infrastruktur dan kehilangan wilayah jika Hizbullah tidak dilucuti, sebagaimana disepakati dalam gencatan senjata 2024.

Ancaman ini tidak hanya berpotensi memperparah krisis regional, tapi juga memicu bencana kemanusiaan. Ramzi Kaiss, peneliti Human Rights Watch di Lebanon, memperingatkan bahwa penghancuran massal rumah di Lebanon selatan adalah kejahatan perang. Jika semua jembatan vital dihantam dan wilayah selatan Litani terisolasi, masyarakat di sana akan kesulitan mengakses makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Ini berpotensi menciptakan malapetaka kemanusiaan yang sangat besar, mengulangi skenario buruk yang pernah terjadi di wilayah konflik lain.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook