Berlin, Jerman - Stasiun televisi publik Jerman, ZDF, menyesali pernyataan kontroversial dalam tayangan beritanya yang menyebut miliarder teknologi Elon Musk menyerukan perburuan imigran di Irlandia Utara. ZDF mengakui kata-kata yang digunakan dalam laporan tersebut 'menyesatkan' dan telah menghapus bagian pengantar yang bermasalah.
Kekacauan ini bermula dari aksi kekerasan di Belfast pekan lalu, dipicu oleh penikaman brutal terhadap seorang pria. Polisi menangkap seorang pria asal Sudan di lokasi kejadian. Korban mengalami luka serius, termasuk kehilangan mata kiri. Insiden itu memicu kerusuhan dan pembakaran rumah serta kendaraan.
Dalam laporan ZDF, presenter menyebut bahwa seruan untuk berburu imigran datang dari 'ekstremis sayap kanan Inggris dan miliarder teknologi Elon Musk'. Padahal, yang terjadi adalah Musk membagikan unggahan aktivis sayap kanan Tommy Robinson yang menyerukan protes. Musk menambahkan komentar, 'Hanya dengan protes BERULANG dan KERAS akan ada perubahan!!'
Musk bereaksi keras. Melalui pengacaranya di Jerman, ia mengirimkan somasi dan menuntut pencabutan pernyataan. ZDF pun menyerah dan mengeluarkan pernyataan resmi, mengakui bahwa kata-kata mereka 'tidak tepat dan menyesatkan'. Mereka juga menambahkan catatan koreksi pada siaran sebelumnya.
Musk, yang memiliki lebih dari 240 juta pengikut di platform X, menegaskan akan mengambil tindakan hukum atas 'kebohongan keterlaluan' yang disiarkan ZDF. Ini bukan pertama kalinya Musk dituding menggunakan pengaruhnya untuk memanaskan situasi atau menyebarkan disinformasi, seperti yang dituduhkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Analisis Dampak: Kasus ini menjadi peringatan keras bagi media arus utama. Di era digital, tuduhan tanpa verifikasi yang matang bisa berujung pada gugatan hukum dan krisis kredibilitas. Bagi publik, ini menunjukkan betapa mudahnya narasi tentang imigrasi dan kekerasan bisa terdistorsi, terutama ketika melibatkan figur kontroversial seperti Musk. Media lain menyoroti bahwa insiden ini memperkuat polarisasi antara media tradisional dan platform media sosial milik Musk.