LANGIT MEKSIKO MEMANAS? ANCAMAN TRUMP KE KARTEL NARKOTIKA! - Berita Dunia
← Kembali

LANGIT MEKSIKO MEMANAS? ANCAMAN TRUMP KE KARTEL NARKOTIKA!

Foto Berita

Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh maskapai. Mereka diminta ekstra hati-hati saat melintasi wilayah udara Meksiko, beberapa negara di Amerika Tengah, serta Ekuador dan Kolombia. Pasalnya, ada peningkatan "aktivitas militer" yang mencurigakan di area tersebut.

Peringatan yang dirilis FAA pada Jumat ini bukan tanpa sebab. Wilayah Amerika Latin memang sedang diwarnai ketegangan militer AS yang semakin meningkat. Ini termasuk serangan militer AS ke Venezuela, ditambah lagi dengan ancaman terang-terangan Presiden AS Donald Trump kepada Kuba serta ancaman serangan terhadap kartel narkoba di Meksiko dan Kolombia. Situasi ini jelas membuat banyak pihak di kawasan tersebut makin was-was.

FAA menyebut ada "potensi situasi berbahaya" di beberapa area, termasuk bagian di atas Samudra Pasifik dan Teluk California (yang juga dikenal sebagai Laut Cortez). Peringatan ini, menurut FAA, akan berlaku selama 60 hari ke depan.

Kekhawatiran akan insiden di udara bukan isapan jempol belaka. Bulan lalu, sebuah pesawat JetBlue yang terbang menuju New York harus melakukan manuver menghindar drastis. Nyaris saja terjadi tabrakan di udara dengan pesawat tanker Angkatan Udara AS di dekat Venezuela. Insiden terjadi saat JetBlue Penerbangan 1112, yang lepas landas dari Curacao di Karibia, terbang sekitar 64 km di lepas pantai Venezuela. Pilot Airbus itu melaporkan berhadapan langsung dengan jet AU AS yang transpondernya tidak aktif.

Setelah serangan militer AS pada 3 Januari di Caracas dan dugaan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Trump memang kerap mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer lain di wilayah tersebut, termasuk terhadap Kolombia. Pekan lalu, Trump bahkan sesumbar bahwa kartel narkoba telah menguasai Meksiko dan AS "akan mulai menyerang daratan" untuk memerangi mereka. Ini adalah salah satu dari serangkaian ancaman untuk mengerahkan kekuatan militer AS melawan penyelundup narkoba.

Sebelumnya, setelah serangan di Venezuela, FAA juga sempat membatasi penerbangan di seluruh Karibia. Akibatnya, ratusan penerbangan dari maskapai besar terpaksa dibatalkan.

Menyikapi ancaman Trump, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Jumat lalu menyatakan bahwa upaya pemerintahnya menindak kartel narkoba dan memperlambat migrasi ke utara menunjukkan "hasil yang meyakinkan". Sheinbaum memang terlihat berupaya meredakan ketegangan dengan Trump dan membangun hubungan kuat antara administrasi Meksiko dan AS.

Kamis lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Meksiko Juan Ramon de la Fuente merilis pernyataan bersama setelah percakapan telepon. Keduanya sepakat bahwa "lebih banyak yang harus dilakukan untuk menghadapi ancaman bersama." Dalam konferensi pers pagi harinya, Sheinbaum juga menyinggung percakapan tersebut. Ia menekankan kemajuan signifikan yang dicapai pemerintah Meksiko, seperti penurunan tajam angka pembunuhan, penyitaan fentanyl yang jauh lebih rendah oleh otoritas AS di perbatasan, dan migrasi yang jarang.

Meski begitu, Sheinbaum tak lupa menyentil Washington. Ia kembali menyerukan agar AS menghentikan penyelundupan senjata ke Meksiko dari wilayahnya. Ia juga menyoroti penggunaan narkoba di AS sebagai faktor kunci yang meningkatkan kekerasan kartel di Meksiko. "Pihak lain juga harus melakukan bagiannya," tegasnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook