PARIS, PRANCIS - Raksasa kecantikan dunia, L'Oreal, mengakui bahwa tren penggunaan obat penurun berat badan atau GLP-1 (seperti Ozempic dan Wegovy) telah mengubah lanskap pasar perawatan kulit dan kosmetik global. Fenomena ini memaksa industri kecantikan untuk beradaptasi dengan kebutuhan konsumen baru yang mengalami efek samping penurunan berat badan secara drastis.
CEO L'Oreal, Nicolas Hieronimus, dalam panggilan investor baru-baru ini menyatakan bahwa pihaknya telah mendesain ulang beberapa produk untuk menargetkan efek samping spesifik dari obat tersebut. Meskipun obat GLP-1 dikembangkan untuk diabetes, penggunaannya meluas karena efektivitasnya menekan nafsu makan. Namun, penurunan berat badan yang cepat seringkali menyebabkan masalah kulit kendur (sagging skin), terutama di area wajah.
Untuk merespons peluang ini, L'Oreal tidak hanya mengandalkan produk perawatan topikal, tetapi juga memperkuat lini bisnis estetika klinis. Perusahaan meningkatkan kepemilikan saham di Galderma menjadi 20% pada Desember lalu. Langkah ini strategis mengingat Galderma memiliki produk injeksi populer seperti Sculptra dan Restylane yang berfungsi mengencangkan kulit dan merangsang kolagen—solusi yang banyak dicari oleh pengguna GLP-1 yang khawatir akan perubahan bentuk wajah.
Meski pasar sedang bergejolak, kinerja keuangan L'Oreal tetap solid. Penjualan kuartal ketiga perusahaan yang menaungi Maybelline dan La Roche-Posay ini mencatat kenaikan 7,7%, melampaui ekspektasi analis. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kecantikan tetap tangguh, meskipun tren konsumsi bergeser dari sekadar kosmetik dekoratif ke arah perawatan kulit yang lebih klinis dan solutif.