Kabar baik datang dari hutan hujan terbesar di dunia. Data resmi terbaru menunjukkan bahwa laju deforestasi di Amazon, Brasil, telah merosot ke titik terendah sejak pencatatan dimulai pada 1988. Sepanjang periode Agustus 2023 hingga Juli 2024, hutan yang hilang tercatat 'hanya' 3.335 kilometer persegiāturun sekitar 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini menjadi angin segar bagi Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, yang tengah bersiap menghadapi putaran kedua pemilihan presiden pada 25 Oktober mendatang. Menteri Lingkungan Hidup, Joao Paulo Capobianco, bahkan menyebut penurunan ini sebagai 'prestasi stratosfer' yang seperti mimpi. Sejak Lula kembali menjabat pada 2023, ia berkomitmen menghentikan deforestasi ilegal pada 2030, membalikkan tren buruk di era pendahulunya, Jair Bolsonaro, yang sempat mencatat rekor tertinggi dalam 15 tahun.
Meski begitu, tantangan politik masih membayangi. Lula akan berhadapan dengan Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden, yang juga berjanji menekan deforestasi namun dengan pendekatan berbedaāfokus pada penindakan terhadap kejahatan terorganisir. Selain Amazon, deforestasi di savana Cerrado juga dilaporkan turun 24 persen, menandakan perbaikan di sektor lingkungan secara lebih luas.