TRUMP TAHAN SANKSI RUSIA, APA YANG SEBENARNYA TERJADI? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP TAHAN SANKSI RUSIA, APA YANG SEBENARNYA TERJADI?

Foto Berita

Washington, DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan menahan paket sanksi besar terhadap Rusia yang telah ia setujui bulan lalu. Lewat perintah eksekutif yang diteken Jumat (waktu setempat), Trump beralasan penundaan ini demi kepentingan nasional, hanya dua hari sebelum sanksi tersebut seharusnya mulai berlaku.

Paket sanksi yang diberi nama Undang-Undang Lindsey Graham itu sebelumnya lolos dengan suara mayoritas besar di DPR dan Senat AS. Rancangan ini disusun oleh Senator Partai Republik Lindsey Graham—yang meninggal dunia secara mendadak pada Juli lalu setelah pulang dari Ukraina—bersama Senator Demokrat Richard Blumenthal. Tujuannya jelas: mencekik pendanaan perang Moskow dengan menargetkan pejabat Rusia, bank-bank, serta armada kapal tanker bayangan yang mengangkut energi Rusia.

Undang-undang tersebut juga menginstruksikan Trump untuk menjatuhkan tarif hingga 100 persen kepada lima importir terbesar minyak atau gas Rusia. Namun, ada pengecualian bagi negara-negara yang impor gas alamnya kurang dari 15 persen dari Rusia dan sedang berupaya menguranginya.

Keputusan penundaan ini muncul sepekan setelah Trump mengumumkan bahwa AS telah menandatangani kesepakatan pembelian diesel dari Rusia untuk menekan harga bahan bakar global. Langkah tersebut langsung menuai kritik tajam dari kedua kubu di Kongres. Anggota DPR dari Partai Demokrat, Don Beyer, menyebut kesepakatan diesel itu justru akan membantu upaya perang Rusia tanpa efek nyata pada harga bahan bakar. Ia pun mendesak Kongres untuk memperbaiki undang-undang yang dianggap cacat tersebut agar Trump tidak terus menyerah pada Putin dan memastikan dukungan nyata bagi Ukraina.

Di sisi lain, Trump semakin sering mengkritik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy karena dianggap gagal mencapai kesepakatan dengan Rusia. Situasi ini semakin rumit menjelang pemilu sela 3 November, di mana Partai Republik berusaha mempertahankan kendali Kongres. Sebuah jajak pendapat AP-NORC yang dirilis 1 Oktober menunjukkan bahwa warga Amerika tidak menyetujui penanganan Trump terhadap perang Iran dan menyalahkannya atas kenaikan harga di sejumlah sektor domestik.

Analisis Dampak: Penundaan sanksi ini menciptakan sinyal ambivalen dari Gedung Putih. Di satu sisi, Trump ingin menekan harga energi global melalui impor diesel Rusia; di sisi lain, ia menahan alat tekanan utama terhadap Moskow. Bagi masyarakat AS, fokus utama adalah harga bahan bakar jelang pemilu. Namun bagi sekutu NATO dan Ukraina, langkah ini dianggap sebagai bentuk kelonggaran terhadap agresi Rusia, yang berpotensi memperpanjang konflik dan memengaruhi stabilitas pasokan energi di Eropa.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook