RAHASIA MINORITAS MUSLIM KOLOMBIA: EKSPANSI TAK TERDUGA? - Berita Dunia
← Kembali

RAHASIA MINORITAS MUSLIM KOLOMBIA: EKSPANSI TAK TERDUGA?

Foto Berita

Kolombia, negara yang secara historis didominasi penganut Katolik, kini menjadi saksi bisu geliat komunitas Muslim yang makin terlihat eksistensinya. Meski hanya berjumlah kurang dari 0,2 persen dari total populasi, sekitar 85.000 hingga 100.000 Muslim di sana, yang terdiri dari berbagai latar belakang mulai dari imigran hingga mualaf lokal, kini lebih leluasa menjalankan ibadah dan merayakan hari besar seperti Ramadan.

Dari hiruk-pikuk kota Medellin hingga ibu kota Bogota, geliat komunitas ini kian terasa nyata. Jumlah masjid dan pusat kebudayaan Islam bertambah, menjadi penanda tumbuhnya keragaman. Ini seperti pengalaman Ziauddin Yahya Iqbal Sandoval, remaja Muslim 14 tahun yang besar di Medellin, atau Mu’tasem Abdo, seorang imam dari Mesir, yang menyaksikan bagaimana komunitas ini perlahan berkembang, meskipun para pendatang terkadang merindukan kemegahan Ramadan di tanah kelahiran mereka.

Kisah Rana Arif Mohammad, imigran Pakistan yang tiba 23 tahun lalu dan kini memiliki restoran di Medellin, juga menggambarkan perjuangan dan pertumbuhan. Dulu ia kesulitan mencari sesama Muslim atau masjid, namun kini Medellin saja sudah memiliki lima masjid. Puncaknya, pada tahun 2020, Kolombia bahkan mencatat sejarah dengan terpilihnya wali kota Muslim pertama di kota perbatasan Maicao. Fenomena ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan bagaimana Islam beradaptasi dan menemukan ruang di tengah masyarakat Kolombia yang majemuk.

Pertumbuhan komunitas Muslim ini, yang berakar sejak gelombang migrasi pasca-keruntuhan Kekaisaran Ottoman di awal abad ke-20, menunjukkan penerimaan dan dinamika baru dalam lanskap sosial dan agama Kolombia. Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya mozaik budaya, tetapi juga menegaskan pentingnya toleransi dan koeksistensi antarumat beragama di kancah global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook