ISRAEL SIKAT LADANG GAS IRAN, ANCAMAN BALASAN HANTAM TELUK! - Berita Dunia
← Kembali

ISRAEL SIKAT LADANG GAS IRAN, ANCAMAN BALASAN HANTAM TELUK!

Foto Berita

Ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah Israel dikabarkan menyerang ladang gas lepas pantai South Pars milik Iran, yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Peristiwa ini langsung memicu ancaman balasan dari Teheran yang menyebut akan menargetkan sejumlah fasilitas energi vital di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar dalam waktu dekat.

Sumber intelijen Israel menyebut serangan ke fasilitas gas di Provinsi Bushehr, Iran selatan, itu dilakukan oleh angkatan udaranya. Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi 'perang' antara koalisi Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu, di mana serangan rudal dan drone Iran ke sejumlah negara di Timur Tengah sudah sering terjadi, meskipun Teheran mengklaim menyasar aset militer AS.

Menyikapi insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Qatar langsung melayangkan kecaman keras. Juru Bicara Kemenlu Qatar, Majed al-Ansari, menyebut serangan ke South Pars sebagai 'langkah berbahaya dan tidak bertanggung jawab'. Ia menekankan bahwa South Pars merupakan perluasan dari Ladang Utara (North Field) milik Qatar, sehingga penargetan infrastruktur energi tersebut bukan hanya mengancam keamanan energi global, tapi juga stabilitas dan lingkungan di kawasan Teluk.

Ancaman balasan Iran ini tidak main-main. Lima target spesifik yang disebutkan meliputi kilang SAMREF dan kompleks petrokimia Jubail di Arab Saudi, ladang gas Al Hosn di UEA, serta kilang Ras Laffan dan kompleks petrokimia Mesaieed di Qatar. Jika terjadi, serangan ini berpotensi mengguncang pasar energi dunia secara drastis.

Dampak ketegangan ini sudah terasa jauh. Sejak Iran mengisyaratkan penutupan Selat Hormuz, jalur krusial yang dilewati seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, harga energi global langsung melonjak tajam. Para pemimpin Teluk pun mendesak semua pihak menahan diri, mematuhi hukum internasional, dan mencari jalan keluar agar konflik tidak semakin meluas, demi menjaga keamanan dan stabilitas regional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook