UEFA SIAPKAN PENANTANG INFANTINO DI KURSI FIFA - Berita Dunia
← Kembali

UEFA SIAPKAN PENANTANG INFANTINO DI KURSI FIFA

Foto Berita

Berlin, Jerman - Federasi sepak bola Eropa (UEFA) secara resmi mengumumkan kriteria pemimpin ideal untuk menggantikan posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Langkah ini diambil menjelang batas pendaftaran kandidat pada 18 November mendatang, menandakan perpecahan terbuka di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut.

Melalui pertemuan 55 asosiasi anggota di Berlin, UEFA mendeskripsikan sosok yang mereka cari sebagai figur yang 'dihormati dan mampu mempersatukan, berakar kuat dalam sepak bola'. Mereka menginginkan pemimpin yang bisa menjalankan fungsi pengawasan tanpa mencampuri urusan manajemen teknis sehari-hari—sebuah sindiran halus terhadap gaya kepemimpinan Infantino yang dianggap terlalu executive.

Menariknya, Presiden UEFA Aleksander Ceferin memastikan dirinya tidak akan mencalonkan diri sebagai penantang Infantino. Ceferin justru mengumumkan niatnya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden UEFA untuk periode keempat (dan terakhir) pada April 2022 mendatang di Kazakhstan. Ini membuka peluang bagi kandidat non-Eropa untuk maju, guna menarik simpati dari 211 negara anggota FIFA.

Ketegangan ini memuncak akibat rencana kontroversial Infantino yang ingin menjual saham turnamen Piala Dunia kepada investor swasta. Meskipun rencana itu gagal, UEFA menilai FIFA membutuhkan kepemimpinan baru yang menjunjung tinggi integritas dan transparansi. UEFA juga mendesak agar badan pengawas FIFA dilindungi dari intervensi eksekutif, menyoroti kekhawatiran atas penanganan kasus kartu merah Cristiano Ronaldo dan kontroversi undangan Inter Miami ke Piala Dunia Antarklub 2025.

Analisis Dampak: Bagi penggemar sepak bola global, pertarungan politik ini krusial. Jika oposisi berhasil, ada janji pembagian dividen tunai sebesar 10 juta dolar AS untuk setiap federasi anggota dari cadangan kas FIFA yang mencapai 6 miliar dolar AS. Pemilihan pada 18 Maret di Maroko nanti akan menentukan arah masa depan sepak bola dunia, apakah akan lebih transparan atau tetap dalam cengkeraman kekuasaan terpusat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook