KANE DAPAT PENGHORMATAN, KOMPANY BARU KELUAR RS - Berita Dunia
← Kembali

KANE DAPAT PENGHORMATAN, KOMPANY BARU KELUAR RS

Foto Berita

MUNICH - Bayern Munich berpesta gol tanpa kehadiran Harry Kane di lapangan. Sang bintang baru saja dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or 2025, menjadikannya pemain Inggris pertama yang meraihnya sejak Michael Owen pada 2001. Kane juga mencatat sejarah sebagai pemain Bayern pertama dalam 45 tahun dan pemain klub Jerman pertama sejak 1996 yang memenangkan trofi bergengsi tersebut.

Meski hanya duduk di bangku cadangan, Kane tetap mendapat guard of honour dari para pemain sebelum pertandingan melawan Magdeburg di Allianz Arena. Pelatih memilih mengistirahatkannya mengingat jadwal padat domestik dan Eropa yang menanti. Pendukung Bayern akan kembali menyambut Kane pada laga besar melawan Borussia Dortmund akhir pekan ini.

Di sisi lain, kabar baik datang dari kursi pelatih. Vincent Kompany akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah kolaps saat sesi latihan pekan lalu. Max Eberl, anggota dewan olahraga Bayern, mengonfirmasi bahwa Kompany mengalami iritasi selaput otak yang memicu insiden tersebut. "Dia sekarang beristirahat dan minum obat. Saya yakin dia akan segera kembali ke pinggir lapangan," ujar Eberl kepada ARD.

Selama Kompany absen, asisten pelatih Aaron Danks mengambil alih kendali tim. Meski tanpa dua figur utama, Bayern tetap terlalu kuat untuk Magdeburg. Michael Olise mencetak dua gol, disusul gol cepat Alphonso Davies dan Nathaniel Brown di babak kedua, serta penutup dari remaja David Santos Daiber di masa injury time. Kemenangan 6-1 ini membawa Die Roten melaju ke putaran berikutnya Piala DFB.

Analisis Dampak: Rotasi pemain yang dilakukan Bayern menunjukkan kedalaman skuad yang mumpuni untuk bersaing di tiga kompetisi sekaligus. Bagi masyarakat pecinta sepak bola Indonesia, momen guard of honour untuk Kane menjadi pengingat akan pentingnya sportivitas dan apresiasi prestasi individu dalam tim. Sementara itu, kasus Kompany menyoroti pentingnya manajemen kesehatan mental dan fisik di kalender pertandingan yang semakin padat, sebuah isu yang kerap diabaikan di dunia olahraga profesional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook