MOSKOW DIKEPUNG 200 DRONE, UKRAINA ANCAM BUMI HANGUS - Berita Dunia
← Kembali

MOSKOW DIKEPUNG 200 DRONE, UKRAINA ANCAM BUMI HANGUS

Foto Berita

Jakarta – Serangan drone terbesar sejak perang dimulai mengguncang Moskow. Hampir 200 drone Ukraina menghujani ibu kota Rusia dan sekitarnya, memicu kepulan asap hitam membumbung tinggi dari lokasi-lokasi strategis.

Gubernur Wilayah Moskow, Andrei Vorobyov, mengonfirmasi 17 orang terluka dalam rentetan serangan yang terjadi pada Selasa (11/3) waktu setempat. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan hampir 1.000 drone serta empat rudal jelajah Ukraina di seluruh negeri dalam 24 jam terakhir.

Sasaran paling krusial adalah Kilang Minyak Kapotnya di tenggara Moskow. Ini merupakan serangan ketiga dalam sebulan terakhir terhadap fasilitas tersebut. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan tutup tangki penyimpanan minyak raksasa terlempar puluhan meter ke udara akibat kekuatan ledakan. Tak hanya itu, pusat perbelanjaan di dekat lokasi juga terbakar setelah puing-puing drone jatuh menimpanya.

Di Wilayah Rostov selatan, sebuah depot minyak juga ikut diserang dan menewaskan satu orang. Akibat serangan besar-besaran ini, empat bandara di Moskow ditutup sementara dan lebih dari 500 penerbangan terpaksa dibatalkan atau ditunda.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan ini sebagai 'sanksi jarak jauh' dan merupakan respons langsung atas serangan rudal Rusia pekan lalu yang membakar sebuah landmark keagamaan besar di Kyiv. 'Jika Ukraina terbakar, Moskow Anda juga akan terbakar,' ancam Zelensky dalam pernyataannya.

Analisis Dampak: Serangan ini membuktikan kemampuan jelajah Ukraina yang semakin matang. Dari sekadar serangan sporadis pada musim semi 2023, kini Ukraina mampu meluncurkan hampir 200 drone sekaligus menembus pertahanan udara Moskow yang super ketat. Ini adalah pukulan telak bagi moral warga Rusia yang selama ini merasa aman dari perang. Strategi Zelensky untuk 'membawa perang ke rumah' warga Rusia terbukti berhasil, dan ini bisa meningkatkan tekanan publik pada Kremlin untuk segera duduk di meja perundingan. Di sisi lain, eskalasi ini meningkatkan risiko perang yang lebih luas karena Rusia dipastikan akan membalas dengan kekuatan penuh.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook