JAKARTA - Dunia sepak bola akan menyaksikan momen emosional saat Timnas Bosnia dan Herzegovina menghadapi Kanada di laga pembuka Piala Dunia 2026. Sorotan utama tertuju pada Esmir Bajraktarevic, pemain kelahiran Amerika Serikat yang membawa beban sejarah kelam keluarganya.
Bajraktarevic bukan sekadar pesepakbola biasa. Ia lahir dari keluarga yang selamat dari genosida Srebrenica pada 1995, tragedi pembantaian massal terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II. Eksekusi penalti yang dilakukannya nanti bukan hanya soal angka di papan skor, melainkan simbol perlawanan dan kebangkitan.
Analisis: Kisah Bajraktarevic mengingatkan publik bahwa sepak bola sering menjadi medium penyembuhan trauma kolektif. Bagi diaspora Bosnia di seluruh dunia, kehadirannya di Piala Dunia adalah bukti bahwa mereka tidak bisa dihapus dari muka bumi. Dampaknya, selain mengangkat isu genosida Srebrenica ke panggung global, juga memicu diskusi tentang peran olahraga dalam rekonsiliasi pasca-konflik.
Menurut laporan dari media Balkan Insight, keluarga Bajraktarevic kehilangan puluhan anggota kerabat dalam genosida yang menewaskan lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia. Namun, Esmir justru memilih membela negara leluhurnya, bukan Amerika Serikat tempat ia tumbuh. Keputusan ini menjadi simbol kuat identitas dan pengakuan akar budaya.