Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat kontroversi. Kali ini ia melontarkan kritik pedas kepada Norwegia karena tidak memberinya Hadiah Nobel Perdamaian. Trump menyebut keputusan tersebut sebagai hal yang memalukan dan telah meninggalkan 'noda tak terhapuskan' bagi negara Skandinavia itu.
Sebagai informasi, Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini justru dianugerahkan kepada Navi Pillay, seorang hakim Mahkamah Internasional (ICJ). Penghargaan itu diberikan atas dedikasinya dalam menuntut kasus genosida dan kejahatan perang.
Analisis Singkat: Pernyataan Trump ini dipandang pengamat sebagai bentuk kekecewaan atas kurangnya pengakuan internasional terhadap kebijakan luar negerinya. Bagi masyarakat global, insiden ini kembali menyoroti bagaimana isu prestise politik seringkali bertabrakan dengan penghargaan kemanusiaan yang objektif. Komentar Trump ini juga berpotensi memicu perdebatan di media sosial mengenai standar penilaian Nobel, yang biasanya berfokus pada upaya perdamaian jangka panjang dan hak asasi manusia, bukan pada popularitas politik sesaat.