SKANDAL EPSTEIN GUNCANG PRANCIS: JACK LANG TERANCAM MUNDUR? - Berita Dunia
← Kembali

SKANDAL EPSTEIN GUNCANG PRANCIS: JACK LANG TERANCAM MUNDUR?

Foto Berita

Nama mantan Menteri Kebudayaan Prancis, Jack Lang, kini jadi sorotan tajam setelah namanya muncul ratusan kali dalam dokumen terpidana kejahatan seks Jeffrey Epstein. Tekanan besar pun mendera Lang, menuntutnya mundur dari jabatannya sebagai kepala Institut Dunia Arab (IMA) di Paris.

Situasi makin panas setelah laporan menyebut jaksa kejahatan finansial Prancis resmi membuka penyelidikan awal terhadap Lang dan putrinya, Caroline Lang. Mereka diselidiki terkait dugaan "pencucian uang hasil penipuan pajak yang diperparah" menyusul terungkapnya hubungan finansial mencurigakan dengan Epstein.

Dalam dokumen yang dirilis di AS, nama Lang disebut lebih dari 600 kali. Media Prancis melaporkan bahwa Lang, tokoh penting dalam politik dan budaya Prancis, diduga berulang kali menghubungi Epstein untuk meminta dana atau bantuan. Tak hanya itu, nama putrinya juga muncul dalam arsip perusahaan lepas pantai yang sebagian kepemilikannya dengan Epstein. Caroline Lang sendiri telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai ketua Serikat Produksi Independen awal pekan ini.

Meskipun Lang, yang pernah menjabat menteri selama hampir 20 tahun, membantah mengetahui kejahatan Epstein dan menegaskan dirinya "bersih tanpa cela," tekanan dari berbagai pihak terus menguat. Sebelumnya, ia menolak untuk mundur dari IMA. Namun, kini Kementerian Luar Negeri Prancis, yang mendanai separuh anggaran IMA senilai 12,3 juta euro per tahun, telah memanggilnya untuk bertemu pada hari Minggu. Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot menyebut "elemen-elemen awal yang muncul dari berkas ini baru dan sangat serius" dan membutuhkan pemeriksaan mendalam.

Kasus ini bukan sekadar skandal personal. Terjeratnya Jack Lang, yang dikenal sebagai pencipta Festival Musik tahunan Prancis, dalam jaringan Epstein menunjukkan betapa luasnya dampak kasus ini hingga menyentuh tokoh-tokoh penting di berbagai belahan dunia. Penyelidikan yang dilakukan jaksa Prancis menggarisbawahi komitmen negara tersebut dalam menjaga integritas dan transparansi, terutama di tengah potensi penyalahgunaan dana publik yang terkait dengan lembaga kebudayaan penting seperti IMA.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook