NASA GEMPARKAN! BATAL STASIUN ORBIT, KINI PANGKALAN BULAN - Berita Dunia
← Kembali

NASA GEMPARKAN! BATAL STASIUN ORBIT, KINI PANGKALAN BULAN

Foto Berita

NASA bikin gebrakan besar! Agensi antariksa Amerika Serikat itu baru saja membatalkan rencana pembangunan stasiun luar angkasa di orbit Bulan, Lunar Gateway, dan justru mengalihkan fokusnya untuk membangun pangkalan permanen langsung di permukaan Bulan. Keputusan berani ini juga dibarengi dengan pengembangan pesawat bertenaga nuklir untuk misi ambisius ke Mars. Ini bukan sekadar perubahan rencana, tapi restrukturisasi besar-besaran yang mengubah peta jalan eksplorasi luar angkasa mereka.

Kepala NASA, Jared Isaacman, mengumumkan perubahan strategis ini pada Selasa di Washington, DC. Ia menegaskan, dalam tujuh tahun ke depan, NASA akan mengucurkan dana sebesar 20 miliar dolar AS untuk mewujudkan pangkalan Bulan tersebut. Tujuannya jelas: menyiapkan kehadiran manusia jangka panjang di permukaan satelit alami kita. Untuk itu, misi-misi robotik akan digenjot untuk mempersiapkan lokasi, menguji teknologi, dan membangun infrastruktur awal sebelum para astronot kembali mendarat akhir dekade ini.

Tidak hanya Bulan, Mars juga menjadi sasaran ambisius. Sebelum tahun 2028, NASA berencana meluncurkan pesawat antariksa bernama Space Reactor 1 Freedom. Pesawat ini dirancang untuk mendemonstrasikan propulsi listrik nuklir di antariksa dalam perjalanannya menuju Planet Merah. Tak cuma itu, pesawat ini akan membawa sejumlah helikopter ke Mars, mirip dengan Ingenuity yang sukses mendampingi rover Perseverance. Ini adalah langkah maju signifikan untuk membawa teknologi propulsi nuklir dari laboratorium ke misi operasional luar angkasa.

Lalu bagaimana nasib Lunar Gateway? Stasiun orbit bulan yang sempat digadang-gadang sebagai pos transit para astronot ini kini "dipensiunkan" dari perannya semula. Beberapa komponennya bahkan akan digunakan kembali untuk pembangunan pangkalan di permukaan Bulan. Perubahan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar tentang peran mitra penting NASA dalam program Artemis, seperti Jepang, Kanada, dan Badan Antariksa Eropa (ESA), yang sebelumnya berkomitmen menyediakan komponen untuk stasiun orbit tersebut. Isaacman sendiri tak menampik bahwa "tidak mengherankan jika kami menunda Gateway dalam bentuknya saat ini dan fokus pada infrastruktur yang mendukung operasi berkelanjutan di permukaan bulan."

Perubahan ini, yang membentuk ulang kontrak senilai miliaran dolar, datang di tengah persaingan ketat dengan Tiongkok. Negeri Tirai Bambu itu juga punya ambisi besar untuk mendaratkan astronotnya di Bulan pada tahun 2030. Program Artemis, yang dimulai pada 2017 di masa pemerintahan Donald Trump, memang dirancang sebagai tindak lanjut jangka panjang misi bulan NASA yang legendaris. Kini, dengan strategi baru ini, NASA berharap bisa memperkuat dominasinya dalam eksplorasi antariksa dan membuka babak baru kehadiran manusia di luar Bumi secara permanen.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook