Golden State Valkyries kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menyegel gelar juara WNBA musim ini. Pada laga kelima final yang digelar Senin malam, mereka sukses menundukkan Atlanta Dream dengan skor 64-55, sekaligus membawa keunggulan 3-2 dalam seri best-of-seven.
Kiah Stokes dan Veronica Burton menjadi motor kemenangan dengan masing-masing mencetak 13 poin. Keduanya juga memimpin tim dalam hal rebound dengan delapan bola. Tiffany Hayes dan pemain cadangan Cecilia Zandalasini turut menyumbang 12 poin, memastikan serangan Golden State tetap tajam meski pertahanan Atlanta cukup rapat.
Kunci kemenangan Valkyries terletak pada pertahanan ketat mereka. Atlanta Dream dibuat frustrasi sepanjang pertandingan dengan hanya mencetak 19 dari 65 tembakan (29 persen) β rekor terendah mereka musim ini. Bintang Atlanta, Angel Reese, hanya mampu mencetak tujuh poin dari delapan percobaan tembakan, meski ia masih mengoleksi 15 rebound tertinggi di laga.
βIni sudah jadi ciri khas kami sepanjang musim. Kami sangat mengandalkan pertahanan,β ujar Stokes usai pertandingan. Ia juga mencatat empat blok dalam laga ini dan selalu mencatat minimal tiga blok di setiap pertandingan final.
Di kubu Atlanta, Rhyne Howard tampil sebagai pencetak poin terbanyak dengan 20 poin, disusul Jordin Canada dengan 12 poin. Namun, usaha mereka belum cukup untuk membendung agresivitas Valkyries.
Kemenangan ini disambut meriah oleh para penggemar di kandang Golden State Warriors, Chase Center. Stokes pun tak lupa menyapa penonton. βKalian luar biasa. Kami tidak bisa melakukan ini tanpa kalian,β serunya.
Bagi Valkyries, ini adalah musim kedua mereka di WNBA. Kini, mereka berada di ambang sejarah: menjadi tim ekspansi tercepat yang meraih gelar juara. Laga keenam akan digelar Kamis waktu setempat di Atlanta, dan Golden State berpeluang besar menutup seri di sana.
Analisis Singkat: Kemenangan ini tidak hanya soal skor, tetapi juga menunjukkan betapa solidnya pertahanan Valkyries sebagai fondasi permainan. Bagi masyarakat umum, khususnya penggemar basket, ini adalah bukti bahwa tim baru bisa langsung bersaing jika dibangun dengan sistem yang tepat. Sementara itu, bagi Atlanta, kekalahan ini menjadi pukulan telak karena Reese yang biasanya dominan harus dijinakkan. Informasi tambahan dari media lain menyebutkan bahwa pelatih Valkyries, Natalie Nakase, menerapkan rotasi pemain yang efisien dan menekan tempo permainan lawan sejak kuarter pertama β strategi yang terbukti efektif meredam agresivitas Atlanta.