RENCANA DAMAI TRUMP, IRAN: NEGOSIASI SENDIRI! - Berita Dunia
← Kembali

RENCANA DAMAI TRUMP, IRAN: NEGOSIASI SENDIRI!

Foto Berita

Washington mengirimkan proposal 15 poin berisi tuntutan dan tawaran untuk menghentikan konflik dengan Iran, lewat Pakistan. Namun, Teheran menampik keras klaim Presiden Donald Trump soal adanya perundingan. Iran bahkan menyebut AS "bernegosiasi dengan diri sendiri" di tengah perang yang telah memakan ribuan korban dan menggoncang pasar global.

Sejak 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, menimbulkan dampak luas yang mengguncang pasar energi dan saham dunia, mengganggu jalur pelayaran, serta menyebabkan banyak korban jiwa di Timur Tengah. Data Kementerian Kesehatan Iran per Selasa lalu mencatat, setidaknya 1.500 orang tewas dan 18.551 lainnya luka-luka di Iran saja.

Merespons konflik ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington dan Teheran telah mengadakan "percakapan yang sangat baik dan produktif" minggu ini untuk mengakhiri perang. Sejalan dengan itu, Al Jazeera mengonfirmasi bahwa AS telah menyampaikan rencana perdamaian 15 poin ke Iran melalui Pakistan, yang menyatakan siap menjadi tuan rumah perundingan damai. Rencana ini mencakup tuntutan AS-Israel dan tawaran penyelesaian konflik.

Namun, kabar ini langsung dibantah tegas oleh Iran. Para pemimpin Iran bersikeras tidak pernah berdialog dengan AS, bahkan menyebut klaim Trump sebagai "negosiasi dengan diri sendiri". Pakistan, Mesir, dan Turki diketahui terus mendesak pertemuan damai antara AS dan Iran, yang diharapkan bisa berlangsung di Islamabad.

Di balik upaya perdamaian, AS juga menunjukkan persiapan militer. Reporter Al Jazeera, John Hendren, melaporkan dari Washington DC bahwa AS juga bersiap mengerahkan hingga 3.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah.

Konflik ini sebelumnya telah memicu kenaikan drastis harga minyak. Setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran tak lama setelah serangan dimulai, harga minyak mentah Brent melonjak di atas 100 dolar AS per barel, dari sebelumnya sekitar 65 dolar AS. Walaupun kini sebagian kecil kapal, terutama berbendera India, Pakistan, dan China, diizinkan melintas.

Ketika laporan tentang rencana gencatan senjata 15 poin dari pemerintahan Trump muncul pada Rabu lalu, harga saham global sedikit naik dan harga minyak kembali turun tipis. Meski begitu, para pengamat meragukan apakah perundingan benar-benar berlangsung. Jika pun terjadi, mereka khawatir kesuksesan negosiasi sulit tercapai mengingat perbedaan tuntutan kedua pihak yang masih sangat jauh. Rincian pasti dari 15 poin tersebut juga belum dikonfirmasi secara resmi oleh semua pihak terlibat, meski saluran berita Israel Channel 12 sempat merilis dugaan komponennya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook