Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Jerman pada Sabtu (waktu setempat). Puluhan ribu anak muda yang tergabung dalam gerakan 'Gen Z regelt' (Gen Z yang mengatur) turun ke jalan di kota-kota utama seperti Frankfurt, Berlin, Cologne, dan Hamburg. Mereka menuntut dua hal utama: kualitas pendidikan yang lebih baik dan biaya hidup yang lebih murah.
Aksi ini terinspirasi dari gerakan serupa di Prancis dan Italia. Meski awalnya berjalan damai, situasi memanas pada malam hari. Sejumlah kelompok pemuda menolak membubarkan diri, memicu bentrokan dengan aparat kepolisian. Polisi terpaksa menembakkan water cannon (meriam air) setelah massa melempari mereka dengan bom molotov. Beberapa polisi dilaporkan terluka akibat insiden ini.
Panitia penyelenggara mengklaim sekitar 120.000 orang berpartisipasi, meski angka ini lebih rendah dari perkiraan awal mereka yang mencapai 180.000. Analisis singkat: Fenomena ini menunjukkan meningkatnya tekanan ekonomi dan kekecewaan generasi muda terhadap sistem pendidikan yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Jika tidak direspons serius oleh pemerintah, potensi eskalasi konflik sosial di masa depan bisa semakin besar, terutama karena isu biaya hidup adalah masalah universal yang juga dirasakan anak muda di berbagai belahan dunia.