AWAS! LAUT MERAH DIUJUNG TANDUK, HOUTHI SIAP TEMPUR! - Berita Dunia
← Kembali

AWAS! LAUT MERAH DIUJUNG TANDUK, HOUTHI SIAP TEMPUR!

Foto Berita

Kelompok Houthi Yaman, yang bersekutu dengan Iran, baru-baru ini melontarkan ancaman keras yang langsung memicu kekhawatiran akan meluasnya eskalasi di Timur Tengah. Mereka menyatakan siap melakukan intervensi militer langsung jika ada negara lain bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik melawan Iran atau jika Laut Merah digunakan untuk melancarkan serangan terhadap sekutu Iran.

Peringatan ini disampaikan langsung oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat lalu. Saree menegaskan bahwa Houthi "siap menekan pelatuk untuk intervensi militer langsung". Kondisi ini akan terwujud jika ada aliansi baru yang mendukung Washington dan Tel Aviv melawan Iran dan "poros perlawanan" mereka, atau jika perairan strategis Laut Merah dimanfaatkan untuk "operasi permusuhan" terhadap Iran. Saree juga menyebut akan bertindak jika eskalasi melawan Iran dan sekutunya terus berlanjut, meskipun ia tidak merinci bentuk intervensi yang akan diambil.

Ancaman dari Houthi ini bukan isapan jempol belaka. Kelompok yang telah menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah barat laut Yaman sejak 2014 ini sudah membuktikan kemampuannya menyerang target jauh di luar Yaman dan mengganggu jalur pelayaran vital di sekitar Semenanjung Arab. Setelah Israel melancarkan operasi militer di Gaza pada Oktober 2023, Houthi secara aktif menargetkan kapal-kapal di Laut Merah dan meluncurkan serangan drone serta rudal ke Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina.

Meskipun sempat ada gencatan senjata dengan AS pada Mei lalu, di mana Houthi setuju menghentikan serangan terhadap kapal AS di Laut Merah, dan juga menghentikan serangan ke Israel serta kapal terkait Israel setelah kesepakatan gencatan senjata Gaza, ketegangan di kawasan tampaknya kembali memanas. Saree juga menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan membiarkan Laut Merah digunakan untuk melancarkan "operasi permusuhan" terhadap Iran atau negara Muslim mana pun. Ia bahkan memperingatkan agar "blokade terhadap Yaman" tidak diperketat lebih lanjut dan menyerukan penghentian segera serangan AS dan Israel di Iran, wilayah Palestina, Lebanon, dan Irak.

Peringatan keras ini berpotensi memicu gelombang kekerasan baru yang bisa meluas di seluruh kawasan. Dengan Houthi yang merupakan bagian integral dari "poros perlawanan" yang didukung Iran, ancaman ini menegaskan kembali peran Teheran dalam mendukung proxy-nya untuk menekan lawan. Eskalasi di Laut Merah bukan hanya masalah regional, tapi juga global. Gangguan pada jalur pelayaran vital ini telah terbukti menaikkan biaya logistik dan harga komoditas, berdampak pada rantai pasok dunia. Sikap Houthi ini juga bisa dilihat sebagai upaya untuk meningkatkan posisi tawar mereka dalam konflik internal Yaman, sekaligus menggarisbawahi komitmen mereka terhadap perjuangan Palestina, yang selalu menjadi kartu truf dalam mobilisasi dukungan di kawasan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook