Mogadishu - Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, secara tegas menyoroti peran kelompok Houthi yang dinilainya tidak akan mampu membawa perdamaian bagi Yaman. Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, ia menuduh kelompok tersebut justru menjadi biang keladi ketidakstabilan di kawasan dan mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Bab al-Mandeb.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Merah yang berdampak langsung pada ekonomi global. Serangan Houthi terhadap kapal-kapal dagang telah memaksa banyak perusahaan pelayaran mengalihkan rute mereka, yang berujung pada kenaikan biaya logistik dan harga barang.
Bagi masyarakat luas, eskalasi ini bukan sekadar konflik geopolitik jauh di sana. Gangguan di Selat Bab al-Mandeb--pintu masuk utama menuju Terusan Suez--berpotensi memicu lonjakan inflasi akibat mahalnya ongkos kirim barang. Selain itu, ketidakstabilan di Tanduk Afrika ini dikhawatirkan memperparah krisis kemanusiaan dan memicu gelombang pengungsi baru ke negara-negara tetangga.