Setelah Selat Hormuz, kini giliran Selat Bab al-Mandeb yang menjadi sasaran ancaman Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Dalam pernyataan terbaru, IRGC mengancam akan menjadikan jalur pelayaran kritis di Yaman itu sebagai front berikutnya dalam perang melawan Amerika Serikat.
Selat Bab al-Mandeb merupakan arteri perdagangan global yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jika ancaman ini terealisasi, Iran diprediksi akan memanfaatkan sekutunya, kelompok Houthi di Yaman, untuk memblokade jalur tersebut.
Analis keamanan internasional menilai langkah ini bisa mengguncang rantai pasok energi dunia. Sekitar 12% perdagangan minyak global melewati selat ini. Situasi di kawasan yang sudah panas bisa semakin meledak, mengancam stabilitas ekonomi global yang masih rentan pasca-pandemi.
Para pakar yang diwawancarai Al Jazeera, termasuk Ali Ahmadi dari Geneva Centre for Security Policy dan Ian Ralby dari Center for Maritime Strategy, sepakat bahwa meski ancaman ini masih bersifat retoris, dampaknya bisa nyata jika Houthi benar-benar menyerang kapal-kapal dagang di perairan tersebut.