PARIS – Alexander Zverev sukses mengamankan tiket ke final Grand Slam keduanya di Prancis Terbuka. Unggulan kedua asal Jerman itu mengalahkan petenis muda Ceko, Jakub Mensik, dalam empat set dengan skor 7-5, 6-2, 3-6, 6-3 pada babak semifinal, Jumat (6/6).
Zverev kini menunggu pemenang antara Flavio Cobolli atau Matteo Arnaldi yang akan bertanding di partai final pada Minggu. Kemenangan ini menjadi penebusan bagi Zverev yang tiga kali kandas di partai puncak Grand Slam, termasuk saat kalah dari Carlos Alcaraz di Roland Garros dua tahun lalu.
Petenis berusia 29 tahun itu tampil dominan di dua set pertama, namun sempat kehilangan fokus di set ketiga setelah Mensik yang mengalami cedera leher justru bangkit. Beruntung, Zverev mampu mengembalikan permainan terbaiknya di set keempat dan memastikan kemenangan.
“Ini Grand Slam, formatnya best of five. Banyak hal bisa terjadi dan lawan pasti akan bermain lebih baik. Saya bisa mengatasinya,” ujar Zverev usai pertandingan.
Dengan tersingkirnya Jannik Sinner dan Novak Djokovic di babak awal, Zverev menjadi unggulan teratas yang tersisa. Ia hanya kehilangan dua set sepanjang turnamen, menunjukkan performa fisik yang prima. Namun, tekanan mental tetap menjadi ujian terbesar, mengingat pengalaman pahitnya di final US Open 2020 saat unggul dua set atas Dominic Thiem namun akhirnya kalah.
Analisis: Peluang Zverev untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya sangat terbuka lebar. Baik Cobolli maupun Arnaldi bukanlah lawan yang sepadan secara peringkat dan pengalaman. Namun, Zverev harus waspada terhadap 'demam panggung' yang kerap menghantuinya di partai final. Jika ia bisa mengontrol emosi dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu, gelar juara Roland Garros 2025 hampir pasti menjadi miliknya.