Jakarta, CNN Indonesia — Kathryn Vaughn, seorang guru seni berusia 46 tahun di sekolah dasar pedesaan Tennessee Barat, kini harus menjalani tiga pekerjaan sekaligus untuk menopang keluarganya. Keputusan ini bukan pilihan, melainkan tuntutan keadaan di tengah lonjakan biaya hidup yang tak terkendali di Amerika Serikat.
Setelah jam sekolah berakhir, Vaughn langsung meluncur ke pekerjaan keduanya sebagai fasilitator program setelah sekolah untuk remaja berisiko. Anaknya yang berusia lima tahun ikut serta dalam program tersebut, sebuah strategi cerdik untuk menekan biaya penitipan anak. Namun, penghasilan dari dua pekerjaan itu masih belum cukup. Ia pun nekat melakukan berbagai hal 'gila' demi bertahan hidup: menjadi model tangan untuk toko perhiasan lokal, menjual barang bekas di Facebook Marketplace dan ThredUp, hingga menulis obituari untuk orang yang telah meninggal.
Ironisnya, Vaughn bahkan harus membatalkan perjalanan untuk mengunjungi orang tuanya karena tidak sanggup membeli bensin. Kisahnya mencerminkan realitas pahit yang dihadapi jutaan warga Amerika lainnya. Data resmi menunjukkan inflasi AS naik 3,7% dalam 12 bulan terakhir, melampaui perkiraan ekonom. Harga energi menjadi biang keladi utama, dengan harga diesel mencapai rekor tertinggi dan bensin terus merangkak naik.
Punal Bhavsar, seorang pria berusia 39 tahun, juga merasakan dampaknya. Impiannya membeli rumah pada 2026 pupus karena suku bunga tinggi dan harga barang yang terus naik. Beban terbesarnya adalah harga bensin premium yang hampir menyentuh $6 per galon di California. Bhavsar mengaku akan menjadi pemilih satu isu dalam pemilu paruh waktu November nanti: harga bensin harus dikendalikan.
Survei Gallup menunjukkan Indeks Kepercayaan Ekonomi AS berada di angka -40 pada September, dengan 95% responden meyakini negaranya tengah dilanda krisis keterjangkauan. Dampaknya bagi masyarakat Indonesia: fenomena ini menjadi peringatan bahwa inflasi global dapat memukul kelas menengah dan pekerja essential seperti guru, memaksa mereka mengambil pekerjaan tambahan yang menguras waktu dan tenaga.