DANDONG, CHINA - Setelah tertunda selama bertahun-tahun, Jembatan Sungai Yalu Baru yang menghubungkan China dan Korea Utara (Korut) resmi dibuka. Jembatan sepanjang 3 kilometer ini menghubungkan kota Dandong di perbatasan China dengan Sinuiju di Korut, dan diproyeksikan menjadi jalur darat utama untuk perdagangan kedua negara.
Proyek yang awalnya direncanakan rampung pada 2014 ini sempat mangkrak karena Korut menghentikan pembangunan jalan dan fasilitas bea cukainya saat hubungan dengan Beijing mendingin. Kini, dengan membaiknya hubungan bilateral, Perdana Menteri China Li Qiang menyebut jembatan ini sebagai 'landmark baru yang melambangkan persahabatan tradisional' antara kedua negara.
Jembatan ini menjadi alternatif dari Jembatan Persahabatan Sino-Korea yang sudah berusia puluhan tahun. Meski demikian, para pengamat menilai lonjakan perdagangan yang drastis masih belum akan terjadi dalam waktu dekat. Sanksi PBB terhadap Korut masih berlaku, dan Pyongyang dikabarkan tetap waspada terhadap banjirnya impor China yang bisa memperbesar pengaruh Beijing di pasar domestik mereka.
Pada tahun lalu, total perdagangan bilateral mencapai US$ 2,7 miliar, kembali ke level sebelum pandemi. China tetap menjadi mitra dagang terbesar Korut dan penyangga utama ekonomi mereka di tengah tekanan sanksi internasional atas program nuklir Pyongyang.