RAFAH DIBUKA DI TENGAH BADAI GAZA, KEMANUSIAAN MAKIN TERCEKIK! - Berita Dunia
← Kembali

RAFAH DIBUKA DI TENGAH BADAI GAZA, KEMANUSIAAN MAKIN TERCEKIK!

Foto Berita

Kabar pembukaan kembali sebagian jalur perlintasan Rafah antara Gaza dan Mesir oleh Israel mungkin terdengar seperti angin segar, namun realitas di lapangan jauh dari kata damai. Jalur vital ini, yang diklaim Israel dibuka secara terbatas untuk warga Gaza mulai Senin (waktu setempat), justru terjadi di tengah serangan mematikan dan pengetatan bantuan kemanusiaan yang makin mencekik nyawa warga Palestina.

Otoritas Israel mengumumkan pada Minggu bahwa perlintasan Rafah telah dibuka kembali dalam tahap uji coba, dengan persiapan operasional penuh untuk warga Gaza mulai Senin. COGAT, badan militer Israel yang mengontrol bantuan ke Gaza, menyebut pembukaan ini sesuai kesepakatan gencatan senjata dan arahan politik, meski hanya untuk perlintasan terbatas bagi warga. Fasilitas penyaringan baru juga telah disiapkan untuk mereka yang melintas. Perlu diingat, Rafah sebelumnya nyaris ditutup total sejak Israel mengambil alihnya pada Mei 2024, di tengah apa yang disebut banyak pihak sebagai 'perang genosida' Israel di Gaza.

Situasi ini menimbulkan dilema pelik bagi warga Palestina. Wartawan Al Jazeera di Khan Younis, Hani Mahmoud, menggambarkan dinamika ini sebagai 'tidak nyaman'. Banyak warga ingin pergi untuk evakuasi medis atau melanjutkan pendidikan, tapi di saat bersamaan, mereka khawatir tidak bisa kembali ke rumah. Data menunjukkan sekitar 80.000 warga Palestina yang meninggalkan Gaza saat perang ingin kembali, dan sekitar 22.000 orang sakit dan terluka sangat membutuhkan akses keluar untuk perawatan medis di luar negeri.

Namun, harapan akan 'angin segar' ini langsung pupus oleh kenyataan pahit di lapangan. Serangan terus berlanjut tanpa henti. Pada Minggu, serangan drone Israel menewaskan satu orang di barat laut Rafah dan satu lagi di Gaza bagian tengah. Ini terjadi sehari setelah setidaknya 31 orang tewas akibat serangan udara Israel di Gaza utara dan selatan. Sejak 'gencatan senjata' yang didukung AS dimulai pada 10 Oktober, sudah ada 511 warga Palestina yang tewas dan 1.405 terluka akibat serangan pasukan Israel, angka yang ironis mengingat status 'gencatan senjata'.

Beban kemanusiaan kian runyam dengan keputusan Israel untuk menghentikan operasi organisasi Doctors Without Borders (MSF) di Gaza. Keputusan ini diambil karena MSF disebut gagal menyerahkan daftar staf lokalnya, sebuah persyaratan yang berlaku untuk semua organisasi kemanusiaan. Ini adalah pukulan telak bagi upaya bantuan di wilayah yang sudah sangat membutuhkan, karena MSF adalah salah satu aktor kunci yang menyediakan layanan medis di tengah krisis parah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook