KLAIM EKONOMI TRUMP: ANTARA DATA DAN REALITA - Berita Dunia
← Kembali

KLAIM EKONOMI TRUMP: ANTARA DATA DAN REALITA

Foto Berita

Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian dengan klaimnya bahwa perekonomian AS sedang berada di titik terpanas. Menjelang pemilihan kongres, Trump menyebut pertumbuhan ekonomi negaranya melesat, inflasi terkendali, dan lapangan kerja terbuka lebar. Namun, data di lapangan menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.

Secara makro, ekonomi AS memang tumbuh solid di angka 2,2 persen secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan negara-negara G7 lainnya dan berhasil melampaui prediksi awal IMF pasca-penerapan tarif 'Liberation Day' pada 2025 lalu. Meski demikian, ada harga yang harus dibayar mahal oleh masyarakat.

Analisis BBC Verify mengungkap bahwa kebijakan tarif impor dan dampak perang AS-Israel dengan Iran turut mendorong kenaikan inflasi domestik. Inflasi AS saat ini berada di level 3,7 persen, lebih tinggi dari warisan era Biden yang sebesar 3 persen, meski masih jauh di bawah puncak 9 persen pada 2022. Selain itu, pertumbuhan ekonomi AS sangat bergantung pada boom investasi AI dan pembangunan pusat data yang masif. Jika lonjakan belanja modal ini surut, ekonomi AS berisiko goyah.

Bagi rumah tangga Amerika, dampak nyata terasa pada harga energi. Harga bahan bakar diesel mengalami kenaikan akibat gangguan pasokan global. Situasi ini menjadi dilema bagi pemilih: di satu sisi pertumbuhan ekonomi terjaga, namun di sisi lain daya beli masyarakat tergerus oleh inflasi yang masih berjalan di atas target.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook