PANGERAN IRAN MUNCUL! MINTA TRUMP LANJUTKAN PERANG? - Berita Dunia
← Kembali

PANGERAN IRAN MUNCUL! MINTA TRUMP LANJUTKAN PERANG?

Foto Berita

Putra mantan Syah Iran, Reza Pahlavi, baru-baru ini membuat gebrakan di kancah politik Amerika Serikat. Di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) Texas, Pahlavi secara terbuka menyerukan kepada Presiden Donald Trump untuk tidak mencari kesepakatan damai dengan Teheran, melainkan tetap mendukung upaya perubahan rezim. Pidatonya yang penuh semangat ini datang di tengah konflik yang kian memanas antara AS, Israel, dan Iran, yang telah memakan ribuan korban jiwa dalam sebulan terakhir.

Pahlavi, yang disebut sebagai 'putra mahkota' oleh para pendukungnya, dengan lantang menyatakan keinginannya agar Iran beralih dari jargon 'Death to America' menjadi 'God Bless America'. Ia bahkan berjanji 'membuat Iran hebat lagi' – sebuah retorika yang langsung mengingatkan pada kampanye Trump sendiri. Sambutan meriah yang ia terima dari audiens CPAC menunjukkan dukungan kuat dari kalangan konservatif Amerika terhadap visinya.

Sebagai figur oposisi utama di kalangan diaspora Iran, Pahlavi dikenal sebagai pendukung setia serangan AS-Israel. Ia bahkan menegaskan bahwa rezim di Teheran 'harus tumbang sepenuhnya'. Namun, seruan ini datang dengan harga mahal. Konflik yang sudah berlangsung sebulan ini telah menelan nyawa setidaknya 1.937 warga Iran dan melukai puluhan ribu lainnya, tanpa tanda-tanda mereda.

Para analis politik, di sisi lain, justru skeptis. Mereka memperingatkan bahwa pemerintah Iran kemungkinan besar tidak akan kolaps, bahkan bisa saja menjadi lebih kuat dan ulet setelah melalui konflik ini. Keraguan juga datang dari Presiden Trump sendiri. Sebelumnya, ia sempat meragukan popularitas Pahlavi di Iran, mengisyaratkan bahwa sosok pemimpin yang muncul dari internal negara mungkin lebih tepat untuk memimpin perubahan.

Dampak konflik ini tidak hanya terasa di Iran, tetapi juga menciptakan perpecahan di Amerika Serikat. Meskipun sebagian besar pemilih Republik mendukung serangan terhadap Iran, jajak pendapat menunjukkan mayoritas publik AS justru menentangnya. Bahkan, beberapa tokoh konservatif berpengaruh seperti Tucker Carlson dan Steve Bannon telah muncul sebagai kritikus vokal perang ini. Ini menunjukkan kompleksitas situasi, di mana seruan untuk perubahan rezim berpotensi memicu ketidakstabilan regional yang lebih luas dan menambah penderitaan rakyat sipil, alih-alih membawa solusi damai.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook