KURIR ONLINE ITALIA MOGOK MASSAL, TOLAK TERIK MATAHARI - Berita Dunia
← Kembali

KURIR ONLINE ITALIA MOGOK MASSAL, TOLAK TERIK MATAHARI

Foto Berita

Milan, Italia – Ratusan kurir pengiriman makanan online di Italia menggelar aksi mogok massal pada Rabu (24/7). Mereka menuntut perlindungan dan jaminan upah di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa.

Aksi ini terjadi di beberapa kota besar seperti Milan, Bologna, dan Florence. Di Milan, pemerintah setempat sudah mengeluarkan aturan yang membatasi jam pengiriman pada jam-jam terpanas, yaitu pukul 12.30 hingga 16.00 waktu setempat. Aturan ini berlaku hingga 23 September. Namun, para kurir yang bekerja untuk platform seperti Glovo dan Deliveroo tetap mogok pada malam hari sebagai bentuk protes. Mereka khawatir pembatasan jam kerja akan memotong pendapatan harian mereka.

Di Bologna, para kurir mematikan aplikasi mereka dan turun ke pusat kota untuk demo. Sementara di Florence, yang suhunya diprediksi mencapai 40 derajat Celcius minggu ini, mogok kerja juga terjadi selama beberapa jam.

Serikat pekerja Nildil Cgil menegaskan bahwa perusahaan harus mengalokasikan dana agar kurir tidak kehilangan upah saat berhenti bekerja di jam panas. Juru bicara serikat, Andrea Bacchin, menyebut para kurir butuh solusi nyata dari perusahaan dan pemerintah kota yang bisa melindungi kesehatan tanpa membuat mereka bangkrut.

Dampak Lebih Luas: Krisis Panas di Seluruh Eropa

Italia bukan satu-satunya negara yang menghadapi masalah ini. Gelombang panas ekstrem tahun ini telah memicu aksi serupa di berbagai negara Eropa. Penelitian dari European Trade Union Institute (ETUI) menyebut bahwa sekitar 130 juta pekerja di Eropa setiap tahunnya terpapar stres panas di tempat kerja.

Di Spanyol bagian selatan, serikat pekerja mengeluhkan perlindungan yang minim bagi kurir Glovo saat suhu mencapai 45 derajat Celcius. Di Prancis, ribuan sekolah terpaksa tutup atau mengubah jadwal belajar karena suhu kelas yang tak tertahankan. Serikat guru Prancis bahkan mendorong anggotanya untuk menggunakan hak mogok.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa gelombang panas di Eropa tahun ini telah dikaitkan dengan 1.300 kematian lebih. Jerman mencatat rekor suhu 41,7 derajat Celcius. Sementara itu, di Italia sendiri, aturan larangan kerja di sektor konstruksi dan pertanian juga diterapkan pada jam-jam terpanas, namun banyak pekerja mengaku tak mampu berhenti karena kebutuhan ekonomi.

Rencananya, serikat pekerja akan bertemu dengan pejabat Kementerian Tenaga Kerja di Roma pada Kamis (25/7) untuk membahas jaring pengaman sosial bagi para pekerja terdampak panas ekstrem.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook