TRUMP GODA RUSIA, EROPA PANIK JAGA UKRAINA - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP GODA RUSIA, EROPA PANIK JAGA UKRAINA

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat gebrakan kontroversial di panggung global. Dalam langkah yang mengejutkan sekutu-sekutunya, Trump tidak hanya menginisiasi kesepakatan dagang diesel dengan Rusia, tetapi juga secara terang-terangan menyerukan agar Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, diganti. Sementara itu, Uni Eropa justru sibuk menggelar pertemuan puncak (summit) darurat untuk membahas pendanaan perang di Ukraina, yang kini terancam akibat manuver Washington tersebut.

Kesepakatan diesel antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi pemicu utama keretakan ini. Kesepakatan tersebut menjanjikan pasokan diesel Rusia ke pasar global yang signifikan: 300.000 ton pada Oktober, 500.000 ton pada November, dan satu juta ton pada Desember. Trump mengklaim langkah ini akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dunia dengan cepat. Namun, para ahli energi menilai langkah ini murni politis untuk memojokkan Zelenskyy dan memberi sinyal bahwa AS tidak mempermasalahkan Rusia.

Dampaknya bagi masyarakat global, khususnya di Eropa, sangat besar. Eropa yang selama ini bergantung pada Ukraina untuk menekan Rusia kini berada di posisi sulit. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan bahwa pendanaan perang Ukraina akan menjadi fokus utama dalam pertemuan puncak minggu ini. Beberapa negara, seperti Finlandia, bahkan menyerukan larangan total visa turis untuk warga Rusia.

Di sisi lain, Ukraina merasa dikhianati. Zelenskyy menilai kesepakatan Trump yang menangguhkan sanksi terhadap produk minyak Rusia hingga April 2027 sebagai "hadiah untuk Putin" yang melemahkan posisi Ukraina. Ukraina mengklaim telah menghancurkan sekitar setengah kapasitas kilang minyak Rusia, sebuah strategi yang efektif untuk memotong pendanaan perang Moskow, namun kini terancam sia-sia. Keretakan antara AS dan Eropa ini diprediksi akan semakin melebar, menciptakan ketidakpastian baru dalam geopolitik global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook