Real Madrid meraih kemenangan tipis 1-0 atas Villarreal di Santiago Bernabeu, namun kemenangan tersebut ternoda oleh insiden kontroversial yang melibatkan bintang mereka, Vinicius Jr. Pemain asal Brasil itu awalnya merayakan apa yang dia pikir sebagai gol kedua Real Madrid, tetapi VAR menganulir gol tersebut setelah menemukan pelanggaran sebelum terjadinya gol.
Wasit Isidro Diaz de Mera dipanggil ke layar VAR dan memutuskan bahwa Vinicius melakukan pelanggaran dengan menarik rambut bek Villarreal, Nathan Saliba. Akibatnya, gol tersebut dianulir dan Vinicius langsung diganjar kartu merah. Keputusan ini memicu kemarahan pemain berusia 26 tahun itu, yang terlihat berteriak kepada wasit sebelum akhirnya meninggalkan lapangan dengan emosi yang meluap-luap.
Dalam laporan pertandingannya, wasit mencatat bahwa Vinicius memprotes keputusan dengan cara yang agresif dan suara yang meninggi. Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, yang sempat ikut merayakan gol tersebut, absen dari konferensi pers wajib setelah pertandingan, menambah spekulasi tentang ketegangan di kubu Los Blancos.
Vinicius kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial kepada tim dan para penggemar. Namun, ia kini menghadapi ancaman larangan bermain hingga tiga pertandingan sesuai regulasi Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) yang mengkategorikan tindakan menarik rambut sebagai perilaku kekerasan. Jika sanksi maksimal dijatuhkan, Vinicius akan absen dalam laga krusial melawan Sevilla, Barcelona (El Clasico), dan Racing Santander.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Real Madrid yang tengah bersaing ketat di puncak klasemen La Liga. Kehilangan Vinicius dalam El Clasico dua pekan mendatang bisa sangat mempengaruhi keseimbangan tim. Sementara itu, bagi Villarreal, keputusan ini dianggap tepat oleh bek mereka, Juan Foyth, yang menilai tarikan rambut tersebut memang layak mendapat kartu merah meskipun tidak ada niat mencederai.