Jakarta - Gelombang pergolakan internal melanda CBS News, salah satu stasiun televisi terbesar di Amerika Serikat. Manajemen baru di bawah pimpinan Bari Weiss memecat Scott Pelley, pembawa acara legendaris program investigasi '60 Minutes', pada Selasa (20/5) malam waktu setempat. Pemecatan ini memicu kekhawatiran serius tentang masa depan jurnalisme independen di tengah perubahan kepemilikan yang dekat dengan lingkaran politik.
Pemecatan Pelley terjadi setelah serangkaian aksi 'bersih-bersih' staf senior di program berita yang sudah berjalan puluhan tahun itu. Sepekan sebelumnya, Weiss memecat produser eksekutif lama dan dua koresponden senior. Sebagai gantinya, ia menunjuk Nick Bilton, seorang editor yang tidak memiliki pengalaman di jurnalisme penyiaran, untuk memimpin '60 Minutes'.
Dalam rapat staf pada Senin (19/5), Pelley dengan lantang menuduh Weiss telah 'membunuh 60 Minutes'. Tuduhan ini dibalas Bilton melalui surat pemutusan kontrak (SPK) yang menyebut Pelley tidak kooperatif. Pelley pun angkat bicara. Ia mengaku ditekan untuk 'memasukkan kebohongan dan keberpihakan' ke dalam pekerjaannya, serta diperintahkan menyertakan pernyataan yang tidak terverifikasi.
“Inkompetensi dan ketidakprofesionalan manajemen baru telah mendatangkan malapetaka,” ujar Pelley dalam pernyataannya, seperti dikutip dari BBC.
Kekacauan ini bermula sejak Agustus 2025, ketika David Ellison, sekutu dekat Presiden AS Donald Trump, membeli perusahaan induk CBS, Paramount. Ellison kemudian mengangkat Weiss sebagai pemimpin redaksi pada Oktober lalu. Weiss memiliki visi untuk membawa CBS News ke era digital, namun langkahnya dinilai kontroversial.
“Kenyataannya ada dua. Pertama: Tidak cukup banyak orang yang percaya pada kami. Kedua: Kami tidak melakukan cukup banyak hal untuk menjangkau audiens di mana mereka berada. Jadi mereka meninggalkan kami,” kata Weiss kepada staf, seperti dilaporkan The Hollywood Reporter.
Sejak kepemimpinan baru, CBS telah memecat lebih dari 6 persen karyawannya dan menutup divisi radio bersejarahnya. Koresponden senior yang dipecat, Cecilia Vega, mengecam keras tindakan ini. Ia menuduh eksekutif mencoba memengaruhi isi berita dan 'menyuntikkan bias politik'.
Analisis Dampak: Situasi di CBS News ini menjadi alarm keras bagi industri media global. Ketika pemilik media memiliki hubungan politik yang kuat, garis antara pemberitaan fakta dan propaganda bisa menjadi kabur. Pemecatan wartawan senior yang vokal bisa menciptakan efek 'kebekuan' (chilling effect), di mana jurnalis lain takut untuk bersikap kritis. Bagi publik, ini adalah ancaman nyata terhadap hak mereka untuk mendapatkan informasi yang akurat dan tidak memihak.