Konflik bersenjata di Ethiopia utara kembali pecah dan mengancam nyawa warga sipil. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan bahwa sistem kesehatan negara itu kini berada di titik kritis akibat serangan drone dan pertempuran yang tak kunjung usai.
Dalam pernyataannya, Tedros mengungkapkan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa, termasuk anak-anak, dalam serangan drone yang menghantam kamp pengungsian Jaari 2 di wilayah Amhara pada Jumat lalu. Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Serangan serupa juga terjadi di Rama, Tigray, saat warga sedang mencari makanan.
Meski tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, Tedros menegaskan bahwa frekuensi serangan drone dan korban sipil terus meningkat. Dampaknya sangat fatal: rumah sakit kekurangan tenaga medis, obat-obatan, dan peralatan, sementara layanan ambulans sangat terbatas. Akses bantuan kemanusiaan pun terhambat oleh situasi keamanan yang memburuk.
Konflik terbaru ini praktis meruntuhkan kesepakatan damai yang ditandatangani pada November 2022 silam. Eskalasi kekerasan ini memicu kekhawatiran akan pecahnya perang skala lebih besar yang dapat memperparah krisis kemanusiaan di kawasan Tanduk Afrika tersebut.