DRONE RUSIA GEMPUR KERETA UKRAINA, RIBUAN PENUMPANG KABUR KE HUTAN - Berita Dunia
← Kembali

DRONE RUSIA GEMPUR KERETA UKRAINA, RIBUAN PENUMPANG KABUR KE HUTAN

Foto Berita

KHARKIV, UKRAINA - Serangan drone Rusia terhadap jaringan kereta api Ukraina semakin gencar dan brutal. Bukan hanya infrastruktur, tapi langsung menyasar lokomotif yang sedang beroperasi, memaksa ribuan penumpang sipil keluar dari gerbong demi keselamatan nyawa.

Data dari operator kereta api negara Ukrzaliznytsia mencatat situasi yang mencekam. Sepanjang bulan September saja, sebanyak 5.831 kereta terpaksa dievakuasi akibat serangan drone. Angka ini berarti rata-rata ada 205 kereta yang terhenti setiap harinya. Serangan ini terhitung lebih dari setengah total serangan terhadap lokomotif sepanjang tahun ini, menandakan eskalasi yang signifikan sejak serangan pertama kali dimulai pada akhir tahun lalu.

Kisah pilu datang dari Yuliia Ponomarenko, seorang spesialis pemasaran asal Kharkiv. Dalam perjalanannya menuju Warsawa bulan lalu, ia mengalami detik-detik mencekam tepat di perbatasan Ukraina-Polandia. "Petugas perbatasan mulai berlarian dan berteriak 'Lari! Keluar dari gerbong! Ada tembakan artileri!'," kenangnya. Sebuah drone Rusia baru saja menghantam lokomotif di dekat lokasi tersebut, hanya beberapa menit setelah kereta khusus yang membawa mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melintas. Yuliia dan penumpang lain terpaksa menunggu selama enam jam di tengah ketidakpastian sebelum jalur dinyatakan aman.

Tidak hanya Yuliia, Anastasiia Ryvbalchenko (17) juga merasakan teror serupa. Dalam perjalanan dari Odesa menuju Kirovohrad pada 16 September, ia dan penumpang lain dipaksa turun dari kereta pada pukul 4 pagi. Saat mereka menunggu dalam gelap, sebuah drone menghantam area di dekat mereka. "Ada ledakan yang sangat keras dan semua orang mulai berlarian ke dalam hutan," ujarnya. Trauma mendalam membuat Anastasiia memutuskan untuk tidak lagi menggunakan kereta api sebagai moda transportasi.

Analisis Dampak: Serangan ini tidak hanya melumpuhkan logistik militer, tetapi juga melumpuhkan mobilitas sipil yang menjadi urat nadi kehidupan di Ukraina. Kereta api telah menjadi penyelamat sejak invasi 2022, namun dengan taktik 'teror psikologis' ini, Rusia tampaknya berusaha memutus rantai harapan dan rasa aman masyarakat. Jika evakuasi terus terjadi, mobilitas ekonomi dan evakuasi warga sipil dari zona perang akan semakin sulit, memicu krisis kemanusiaan baru di tengah musim dingin yang akan datang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook