INGGRIS BAJAK KAPAL MINYAK ILEGAL RUSIA DI SELAT INGGRIS - Berita Dunia
← Kembali

INGGRIS BAJAK KAPAL MINYAK ILEGAL RUSIA DI SELAT INGGRIS

Foto Berita

London, Inggris – Inggris kembali menunjukkan taringnya terhadap Rusia. Pasukan Inggris berhasil menyita sebuah kapal tanker minyak yang diduga menjadi bagian dari 'armada bayangan' (shadow fleet) Rusia di Selat Inggris. Perdana Menteri Keir Starmer menyebut operasi ini sebagai pukulan telak bagi pendanaan perang Rusia di Ukraina.

Operasi yang berlangsung selama enam jam ini menargetkan kapal bernama Smyrtos. Menteri Pertahanan Inggris, Dan Jarvis, memberikan penghormatan kepada personel militer yang terlibat. Ia menegaskan bahwa Rusia sangat bergantung pada armada gelap ini untuk mendanai konfliknya, dan penyitaan ini adalah pukulan langsung terhadap perang ilegal Vladimir Putin.

Kapal Smyrtos saat ini telah diamankan dan akan dipindahkan ke pelabuhan di pesisir selatan Inggris untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak berwenang juga akan memantau potensi dampak lingkungan dari kapal tersebut.

Ini bukan kali pertama Inggris dan sekutunya bergerak. Sebelumnya, Prancis dengan dukungan Inggris juga mencegat kapal tanker lain yang mencurigakan. Pada Januari lalu, kapal Grinch disita, dan pada Maret, kapal Deyna yang berlayar dengan bendera Mozambik ditahan di Marseille. Langkah ini menjadi bagian dari kampanye besar negara-negara Barat untuk memutus aliran uang Rusia.

Dampak dan Analisis

Penyitaan ini bukan sekadar operasi militer, tapi pukulan telak bagi mesin perang Rusia. Data Kementerian Pertahanan Inggris menunjukkan pendapatan minyak dan gas Rusia telah turun 24 persen pada 2025 dibanding tahun lalu setelah lebih dari 500 kapal dikenai sanksi. Ini artinya, setiap kapal yang ditangkap membuat Kremlin semakin kesulitan membiayai perangnya.

Di sisi lain, langkah ini memicu reaksi keras dari Moskow. Putin mengecam penangkapan kapal-kapal yang terkait dengan Rusia sebagai 'tindakan pembajakan'. Situasi ini menunjukkan eskalasi perang ekonomi yang semakin nyata di perairan Eropa, mengingat Rusia menggunakan ratusan kapal dengan bendera palsu untuk mengelabui sanksi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook